DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 20:21 WIB

Anies Klaim Kualitas Udara Makin Baik karena Ganjil Genap

Mochamad Zhacky - detikNews
Anies Klaim Kualitas Udara Makin Baik karena Ganjil Genap Foto: Sosialisasi ganjil genap. (Rifkianto Nugroho-detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerima evaluasi kebijakan perluasan ganjil genap. Anies menyebut kebijakan itu berhasil memperbaiki kinerja lalu lintas dan kualitas udara Ibu Kota.

Salah satu aspek yang berdampak positif yakni kecepatan kendaraan. Anies menuturkan ada peningkatan kecepatan sebesar 12 persen semenjak kebijakan itu diterapkan.

"Jadi kita menemukan di semua tempat di mana ada penerapan ganjil genap, kecepatan, contoh sebelum ganjil genap kecepatan (kendaraan) itu rata-rata 20,6 kilometer (km) per jam. Sesudah dilaksanakan ganjil genap di minggu pertama berubah menjadi 25,6 km, minggu kedua 23,1," kata Anies di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (23/7/2018).

"Artinya, hasilnya menunjukkan bahwa memang ada kinerja lalu lintas yang lebih baik sesudah penerapan ganjil genap," imbuhnya.


Peningkatan kecepatan kendaraan secara otomatis berpengaruh terhadap waktu tempuh dari Wisma Atlet di Kemayoran menuju arena pertandingan. Misalnya dari Wisma Atlet ke arena golf untuk Asian Games di Pondok Indah, Jakarta Selatan, ditempuh dengan waktu 29 menit.

"Transportasi dari Kemayoran ke 6 titik, yang paling jauh ke Pondok Indah dari 41,5 km itu ditempuh berangkat 29 menit, pulang 40 menit. Jadi, lebih cepat dari yang kita duga berangkatnya," ucap Anies.

"Lalu Kemayoran ke Taman Mini 27 menit, Kemayoran ke Cibubur 30 menit, Kemayoran ke Bulungan itu 24 menit, Kemayoran ke Ancol 12 menit, Kemayoran-Rawamangun 18 menit, Kemayoran ke Senayan 21 menit," lanjutnya.


Dampak positif selanjutnya yakni peningkatan jumlah penumpang TransJakarta. Kata Anies, secara keseluruhan penumpang TransJakarta meningkat sebesar 9,86%.

"Naiknya hampir 10%. Maka penumpang di TransJakarta dari 790.000 menjadi 877.000," terang Anies.

Kebijakan ganjil genap juga berdampak terhadap kualitas udara Jakarta. Menurut Anies, ada penurunan kandungan karbon monoksida (CO).

"Sesudah ada kebijakan ganjil-genap konsentrasi CO menurun sebesar sebesar 1,7%, NO (nitrogen monoksida) turun 14,7% dan konsentrasi THC (tetrahydrocannabinol) turun sebesar 1,3%," jelas Anies.

Kebijakan ganjil-genap di sejumlah ruas jalan di DKI mulai diuji coba pada 1 Juli 2018. Uji coba kebijakan tersebut akan berakhir pada 31 Juli 2018.
(zak/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed