DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 19:55 WIB

Tetangga Bilang Korban Penembakan di Penjaringan Seorang Pengusaha

Eva Safitri - detikNews
Tetangga Bilang Korban Penembakan di Penjaringan Seorang Pengusaha Kediaman Herdi, korban penembakan di Penjaringan, Jakarta Utara. (Eva/detikcom)
Jakarta - Motif penembakan pria bernama Herdi oleh dua pelaku misterius belum terungkap. Herdi disebut sebagai seorang pengusaha yang tidak pernah bermasalah dengan warga.

Pantauan detikcom, kediaman Herdi di Jalan Jelambar Fajar, Gang Kode No 7D, Penjaringan, Jakarta Utara, terpantau sepi. Di rumah yang bercat biru itu hanya ada tetangga yang sedang berjaga.


Warga sekitar, Rega (45), mengatakan Herdi memiliki kepribadian yang tertutup. Dia tidak begitu mengenal Herdi karena sifatnya yang pendiam.

"Pendiam orangnya. Dia (Herdi) mah orangnya jarang nyapa orang. Kelihatannya mah sadis, tapi baik sih. Kalau beli rokok di sini juga bilangnya cuma beli rokok saja, nggak pernah nanya-nanya," ujarnya ketika ditemui detikcom, Senin (23/7/2018).

Rega mengatakan Herdi merupakan seorang pengusaha dan memiliki empat anak. Namun ia tidak mengetahui usaha apa yang digeluti Herdi. Rega juga mengungkap sifat keluarganya yang baik dan suka menolong orang.

"Pengusaha yang saya tahu, tapi nggak tahu usaha apa. Dia istrinya satu, anaknya kalau nggak salah empat, kerjanya pengusaha. Keluarganya baik, apalagi istrinya. Kalau ada orang kesusahan, selalu dibantu," tuturnya.


Warga lain, Adi (40), mengatakan tidak begitu banyak tahu tentang keseharian Herdi. Namun, diketahuinya Herdi tidak pernah bermasalah dengan warga.

"Saya tahu saja, tapi nggak kenal. Setahu saya nggak pernah ada apa-apa sih, karena orangnya jarang pernah kelihatan di rumah," ucapnya

Ketika peristiwa penembakan terjadi, suasana sepi. Warga sekitar sebelumnya tidak ada yang berani menolong korban sampai polisi datang karena takut.

"Kejadian sekitar pukul 24.00 WIB kurang. Pas ditembak warga, nggak langsung nolong. Soalnya takut. Habis itu nunggu polisi datang sekitar pukul 01.00 WIB dibawa ke rumah sakit," ucapnya.

Adi menambahkan, di sekitar kawasan ini memang rawan tindak kejahatan. Jika malam, sebut Adi, suasana sangat sepi.

"Di sini daerah rawan, banyak jambret, yang ngambil gelanglah, taslah, sama handphone. Kalau pukul 21.00 WIB ke atas sudah mulai sepi," tuturnya.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed