DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 16:16 WIB

Malaysia akan Bangun Sekolah bagi Anak TKI di Sabah

Peti - detikNews
Malaysia akan Bangun Sekolah bagi Anak TKI di Sabah Pertemuan Menlu RI dan Menlu Malaysia (Peti/detikcom)
Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Malaysia Dato Saifuddin Abdullah. Sejumlah isu krusial dibahas, dari persoalan perbatasan hingga perlindungan TKI.

Pertemuan dilangsungkan di kantor Kementerian Luar Negeri, Jalan Penjambon, Jakarta Pusat, Senin (23/7/2018). Retno mengatakan ini merupakan kunjungan pertama Saifuddin Abdullah ke luar negeri sejak dilantik menjadi Menlu pada 2 Juli lalu.


Retno mengatakan Indonesia memiliki komitmen kuat meningkatkan hubungan dengan Malaysia sebagai tetangga terdekat. Karena itu, sejumlah isu krusial menjadi pembahasan dalam pertemuan.

Pertemuan Menlu RI dan MalaysiaPertemuan Menlu RI dan Menlu Malaysia. (Peti/detikcom)

"Dengan berbagi batas darat dan laut, maka isu penyelesaian batas negara selalu menjadi prioritas. Oleh karena itu, negosiasi harus dilegelasikan agar satu per satu dapat kita selesaikan. Presiden Jokowi tadi pagi berbagi dan menyampaikan pesan mengenai pentingnya penyelesaian permasalahan batasan ini. Kita sepakat untuk memberikan mandat pada teknis negosiasi untuk mengintensifkan negosiasi," kata Retno kepada wartawan.


Isu kedua yang juga dibahas, menurut Retno, adalah isu perlindungan TKI yang bekerja di Malaysia. Selain itu, bagaimana agar anak-anak TKI di Malaysia bisa dengan mudah mendapatkan akses pendidikan.

"Pertama, MoU mengenai penempatan perlindungan TKI sangat penting untuk segera diselesaikan. Yang kedua, saya menyampaikan apresiasi atas perubahan kebijakan pemerintah Malaysia saat ini yang mengutamakan pentingnya akses pendidikan kepada semua orang-orang, termasuk anak-anak tenaga kerja Indonesia. Hal ini tentunya akan kita tindaklanjuti. Dan yang ketiga, saya juga menyampaikan pentingnya notifikasi melalui jalur diplomatik jika terdapat dapat kasus yang menyangkut warga negara Indonesia," jelasnya.

Pertemuan Menlu RI dan MalaysiaPertemuan Menlu RI dan Menlu Malaysia (Peti/detikcom)

"Kalau ada hal-hal yang menyangkut WNI yang terkena kasus hukum, maka akan kita sangat harapkan ada notifikasi diplomatik. Itu akan sangat mempermudah kita untuk segera kita tangani," sambungnya.

Selain itu, isu ketiga yang dibahas adalah masalah kelapa sawit. Menurut Retno, RI dan Malaysia sepakat meningkatkan kerja sama melawan kampanye negatif mengenai kelapa sawit.

Dato Saifuddin dalam kesempatan yang sama mengatakan terharu oleh sambutan yang diberikan Menlu Retno. Dia menyebut hubungan Malaysia dengan Indonesia akan terjalin semakin baik ke depan.

"Menteri Luar Negeri yang pertama menelepon dan mengucapkan selamat itu ya Menlu Indonesia ini adalah salah satu sinyal bahwa hubungan bilateral antara Malaysia dan Indonesia yang selama ini sudah baik menjadi semakin baik," ucapnya.

Dato Saifuddin mengatakan PM Malaysia Mahathir Mohamad sudah melapor ke kabinetnya soal pertemuan dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Mahathir merasa senang disambut secara istimewa oleh Jokowi. Baginya, itu merupakan sinyal positif semakin eratnya hubungan kedua negara.

Ditambahkan Dato Saifuddin, Malaysia siap menyelesaikan berbagai persoalan perbatasan dengan Indonesia. Hal ini nantinya akan dipercepat dengan pembentukan tim teknis. Selain itu, Malaysia siap memfasilitasi sekolah bagi anak-anak TKI di Malaysia.

"Kerajaan Malaysia siap memfasilitasi keperluan untuk menumbuhkan sekolah Indonesia yang sudah hadir sekarang di KL dan di Johor dan permohonan daripada Indonesia adalah untuk sekolah di Sabah ini akan kita fasilitasi," jelasnya.
(hri/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed