DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 16:17 WIB

Eks Danjen Kopassus ke Mabes Polri, Adukan Komjen Intervensi Kasus

Audrey Santoso - detikNews
Eks Danjen Kopassus ke Mabes Polri, Adukan Komjen Intervensi Kasus Foto: Eks Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen (Purn) TNI Soenarko (tengah) di Mabes Polri. (Audrey-detikcom)
Jakarta - Eks Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen (Purn) TNI Soenarko menyambangi Mabes Polri. Soenarko yang kini menggeluti bisnis tambang di Kalimantan Selatan mengadukan seorang jenderal bintang tiga di kepolisian yang disebutnya melakukan intervensi terhadap kasus hukum yang dilaporkan perusahaannya.

Pengaduan ditujukan kepada Irwasum Polri Komjen Eko Putut Bayuseno, namun sayangnya Komjen Eko tak berada di kantornya. Karena itu, Soenarko pun kembali keluar dari gedung utama Mabes Polri.


Soenarko menceritakan, ia kini menjabat sebagai pimpinan PT Sebuku Batubai Coal dan PT Sebuku Tanjung Coal. Dia merasa lahan tambangnya diserobot oleh pengusaha lain.

"Jadi ini lahan Sebuku diserobot oleh PT MSAM dan sudah laporkan ke Polda. Tapi tidak ditindaklanjuti, maka kami ke Bareskrim. Nah Bareskrim kebetulan sudah melakukan penyelidikan awal tapi kemudian kenapa belum selesai? Mereka nggak ada pemberitahuan," kata Soenarko kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (23/7/2018).

"Kita sudah punya bukti pelepasan hak. Itu juga dizalimi gubernur dengan mencabut izin. Kita gugat di PTUN dan PTUN mengatakan batal. Keputusan gubernur batal. Walaupun gubernur banding," tambah dia.

Tak hanya satu lahan, Soenarko menyebut ada dua lahannya yang diserobot PT MSAM. Luas kedua lahan disebutnya puluhan hektare.

"Kemudian kasus terakhir lagi, lahan Sebuku diserobot lagi PT MSAM kemudian tenaga kerja kita, penjaga kita ditangkap oleh polda, ditahan satu malam kemudian dilepas," ujar Soenarko.

Soenarko menceritakan saat kejadian itu, Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Rachmat Mulyana memerintahkan lahan yang diperebutkan itu untuk dikosongkan. Namun, menurut Soenarko, PT MSAM tetap menduduki bahkan menanam pohon sawit di lahan itu.

"Kemudian kapolda sana bilang kosongkan lahan. Faktanya kami dari Sebuku mengosongkan lahan tapi mereka (PT MSAM) tetap menduduki, bahkan menanam sawit. Karena itu kami laporkan ke Mabes Polri," jelas Soenarko.

Luas dua lahan yang diperebutkan, imbuh Soenarko, puluhan hektare. "Cukup besar, puluhan hektar. Yang pertama ada 10 sampai 15 hektar. Yang kedua 10 sekian hektar," imbuh dia.


Soenarko juga menuding Polres Kotabaru tak bersikap netral atas masalah ini. Aparat polres disebut Soenarko melakukan pembiaran atas sikap PT MSAM yang tetap menduduki lahan. Sementara, lanjut Soenarko, pihak polres mengamankan karyawan PT Sebuku saat sedang menjaga lahan.

"Polres Kotabaru tidak netral karena memihak pada pihak sana. Surat, semua bukti sudah semua kami sampaikan. Mereka (PT MSAM) menduduki lahan kami, kami laporkan, tidak ditindaklanjuti, dibiarkan saja. Mereka waktu kami menjaga, malah ditangkap dan diproses," ucapnya.

Terlihat kesal, Soenarko mengaku dapat info dari penyidik yang menyelidiki kasusnya ada intervensi dari petinggi di Mabes Polri

"(Nasib kasusnya) Tak ada pemberitahuan, berhenti gitu saja. Kira-kira ada intervensi dari petinggi Mabes Polri. Penyidik bilang disuruh berhenti dari Mabes Polri, yang jelas bukan dari polda atau polres," sebutnya.

"Kalau yang bisa mengintervensi Kabareskrim ya di atasnya Kabareskrim. Simpulkan sendiri. Pada kesempatan ini kami masih punya keyakinan permasalahan ini bisa diselesaikan TB1 (Kapolri Jenderal Tito Karnavian)," lanjut dia.

Sebelum ke Mabes Polri, Soenarko juga mengadukan permasalahan ini ke Kompolnas. Sementara, kuasa hukum Soenarko, Krishna Murti, meminta Mabes Polri tidak tebang pilih dalam memproses perkara.

"Kedatangan kami mencari keadilan. Bagaimana institusi Polri adil dalam menyelesaikan masalah, tidak tebang pilih. Tolong jangan bertindak tidak adil dalam menyelesaikan masalah hukum. Jadi law enforcement itu berdiri. Kami mohon tidak ada beking-beking dalam masalah ini," tutur Krishna.



Tonton juga 'Danjen Baru Ingin Kopassus Ikuti Perkembangan Zaman':

[Gambas:Video 20detik]


(aud/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed