DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 15:18 WIB

Letusan Senpi di Soetta, Kemenhub Pastikan Avsec Bekerja Sesuai SOP

Robi Setiawan - detikNews
Letusan Senpi di Soetta, Kemenhub Pastikan Avsec Bekerja Sesuai SOP Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso, menyebut keamanan di Bandara Soekarno-Hatta masih terkendali pasca terjadinya letusan senjata api di Terminal 3. Dia mengatakan, personel Aviation Security (Avsec) telah menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan benar, yaitu mencegah masuknya barang-barang yang dilarang ke dalam kabin pesawat udara.

"Yang dilakukan personel Avsec tersebut telah sesuai dengan Undang-undang nomor 1 tahun 2009 Tentang Penerbangan dan SKEP 100/VII/2003, tentang juknis penanganan penumpang pesawat udara sipil yang membawa senjata api dan tata cara pengamanan pengawalan tahanan dalam penerbangan," kata Agus dalam keterangan tertulis, Senin (23/7/2018).

Selain itu, Agus juga menjelaskan bahwa Avsec adalah personil penerbangan yang berlisensi khusus yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Lisensi tersebut sesuai dengan standar keamanan penerbangan internasional dalam Annex 17 Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

"Jika Avsec melanggar aturan, lisensinya akan dicabut dan dia tidak bisa menjadi Avsec lagi. Namun dalam kasus ini, dari investigasi sementara, Avsec telah bekerja sesuai prosedur standar operasi, sehingga keamanan bandara tetap terkendali, dan syukurlah masalah ini juga sudah diselesaikan secara kekeluargaan," lanjutnya.


Menurut Agus, Airport Security Program (ASP) menyatakan bahwa ruang pengosongan senjata api berada sebelum counter check in. Pada Security Check Point (SCP) ME 5 yang dilalui oleh pelaku peletusan senjata juga telah tersedia fasilitas pengosongan senjata berupa kotak baja berisi pasir.

Dirinya melanjutkan, fasilitas serupa juga terdapat di SCP ME 1-4 dan counter 26 (counter penyerahan security item). Namun menurutnya tidak berbentuk ruangan khusus pengosongan senjata api.

"Sementara itu lokasi letusan senjata api berada di counter 25 yang bersebelahan dengan counter penyerahan security item," lanjutnya.

Selain itu, ASP juga menyatakan bahwa personel keamanan bandar udara mendampingi penumpang yang membawa senjata api untuk diserahkan kepada Badan Usaha Angkutan Udara/Perusahaan Angkutan Udara Asing di check in counter untuk ditangani sebagai security item.

Oleh sebab itu, personel hanya diharuskan menyampaikan kepada penumpang bahwa wajib untuk melaporkan membawa senpi kepada counter check in dan tidak dilakukan pendampingan. SOP juga tidak menyatakan untuk melakukan pendampingan. Pendampingan penumpang untuk mengosongkan senpi di tempat/ruang pengosongan dilakukan oleh personil Avsec Airline.


"Saya harapkan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di seluruh bandara di Indonesia. Kepada kepala bandara atau petugas yang membidangi pemeriksaan penumpang dan barang, saya instruksikan harus memastikan SOP pengosongan peluru dilaksanakan dengan konsisten di lapangan, dan aparat berwajib atau masyarakat yang membawa senpi di bandara juga wajib mematuhi aturan keamanan di bandara demi keamanan dan keselamatan semua orang di bandara tersebut," pungkas Agus.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed