DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 13:49 WIB

PDIP soal Tudingan KKN Makin Parah: Tommy Sedang Bernostalgia

Tsarina Maharani - detikNews
PDIP soal Tudingan KKN Makin Parah: Tommy Sedang Bernostalgia Ketum Partai Berkarya Tommy Soeharto
Jakarta - Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) menuding praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) makin parah di era pascareformasi. PDIP menyebut Tommy sedang bernostalgia.

"Tommy sedang bernostalgia, membangun krida masa depan atas dasar kenangan masa lalu," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada detikcom, Senin (23/7/2018).


"Jadi ukuran-ukuran yang dipakai juga berbeda dengan resep generasi yang hidup di masa sekarang dan masa datang," imbuhnya.

Hendrawan mengatakan perilaku koruptif di zaman sebelum reformasi terpusat. Dia menyinggung soal kekuasaan yang dimonopoli keluarga tertentu.

"Dulu, korupsi tersentralisasi. Sumber-sumber kekuasaan dimonopoli kekuatan dan keluarga tertentu," sebut Hendrawan.

PDIP Soal Tudingan KKN Makin Parah: Tommy Sedang BernostalgiaHendrawan Supratikno (Ari Saputra/detikcom)

Hal itu, kata dia, berbeda dengan kondisi saat ini yang menerapkan sistem desentralisasi. Ditegaskan Hendrawan, kekuasaan saat ini dibagi rata, termasuk peluang korupsi.

"Ada zaman desentralisasi, semua terbagi, termasuk peluang koruptif. Namun partisipasi kontrol dari rakyat lebih terbuka," ujarnya.

Soal pemanjaan investasi asing yang disebut Tommy, Hendrawan mengatakan globalisasi ekonomi sudah tak terbendung. Dia meminta Tommy tak main tuding.


Dia mengingatkan presiden ke-2 Soeharto, yang merupakan ayah Tommy, ialah orang yang mencanangkan Indonesia siap di barisan terdepan dalam liberalisasi dan integrasi ekonomi.

"Soal asing, globalisasi ekonomi sudah tak terbendung. Soeharto dalam sidang APEC 1994 mencanangkan Indonesia siap di barisan terdepan liberalisasi dan integrasi ekonomi. Esensi politik ekonomi Orba adalah penguatan kebijakan pragmatis pro-pasar. Jadi jangan saling tuding atau menyalahkan," tutur Hendrawan.

Sebelumnya, Tommy Soeharto menyentil pemerintahan pascareformasi. Baginya, tidak ada perbaikan dalam pembangunan di Indonesia.

"Reformasi janjikan KKN hilang, tapi nyatanya makin parah. Utang luar negeri semakin besar. Investasi asing pun semakin dimanja," kata Tommy, Minggu (22/7).


Tonton juga video: 'Pengacara Habib Rizieq Hingga Pendiri PKS Nyaleg Via PDIP'

(tsa/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed