PPI Inggris: Tak Masuk Akal Studi Banding DPR ke Luar Negeri

PPI Inggris: Tak Masuk Akal Studi Banding DPR ke Luar Negeri

- detikNews
Sabtu, 30 Jul 2005 07:23 WIB
Jakarta - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Inggris Raya prihatin dengan studi banding anggota DPR ke luar negeri. Studi banding ini dianggap sesuatu yang tidak masuk akal di tengah himpitan beban utang."PPI Inggris Raya menyatakan penyesalan dan keprihatinan yang mendalam kepada para anggota dewan yang telah secara sembrono memakai uang rakyat melalui lawatan studi banding ke luar negeri. Mewakili rakyat Indonesia, kami para pelajar dan mahasiswa merasa sedih dan tidak rela dengan kegiatan pemborosan tanpa restu tersebut," kata Ketua PPI Inggris Raya Suyanto Mahdiputra dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Sabtu (30/7/2005) .Sikap PPI Inggris Raya ini juga melengkapi sikap rekan-rekan mereka yang tergabung dalam PPI Prancis.Ditambahkan oleh Suyanto Mahdiputra, kunjungan anggota DPR ke luar negeri pada saat negara sedang sakit akibat beban utang, sangatlah tidak masuk akal. Masih banyak hal lain yang lebih urgen yang dapat dilakukan oleh para anggota dewan, jika mempertimbangkan faktor biaya dan waktu. "Para anggota dewan seharusnya dapat memilah mana-mana program yang prioritas dan mana yang tidak. Jika tujuan dari lawatan tersebut adalah untuk melakukan studi banding dan mempelajari sistem di negara yang dituju, bukankah itu bisa dilakukan tanpa harus mengunjunginya secara fisik. Teknologi informasi sudah memungkinkan melakukan rapat secara jarak jauh (teleconference) seperti yang dilakukan oleh Kejaksaan RI pada saat meminta keterangan dari mantan Presiden Habibie mengenai kasus bulog," tegasnya.Selain itu mempelajari suatu sistem dari negara lain tentu saja tidak mungkin dapat diselesaikan hanya dalam waktu sehari dua hari melalui kunjungan semacam ini. Diperlukan waktu yang cukup untuk dapat benar-benar mengambil pelajaran dari praktek yang dilakukan oleh lembaga sejenis DPR di luar negeri. Menurutnya lembaga DPR RI seharusnya bisa mencari cara lain yang lebih tepat ketimbang sekadar seperti murid taman kanak-kanak yang masih suka bermain-main ke luar rumah. Ironisnya, biaya untuk bermain-main ini notabene adalah uang rakyat.Dalam kesempatan yang sama Suyanto mewakili PPI Inggris Raya menyerukan kepada para pelajar dan mahasiswa, baik di dalam maupun di luar negeri melalui perhimpunan-perhimpunan pelajar yang ada untuk bersama-sama berada dalam barisan menentang setiap kebijakan anggota dewan yang tidak sesuai dengan nurani rakyat kecil. (san/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads