DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 08:04 WIB

Antre Tiket Kertas di Stasiun Pondok Cina Cuma Semenit

Indra Komara - detikNews
Antre Tiket Kertas di Stasiun Pondok Cina Cuma Semenit Petugas di Stasiun Pondok Cina menyediakan uang kembalian sehingga antrean pembelian tiket tidak mengular, cukup 1 menit.Foto: Indra Komara/detikcom
Depok - Penumpang di Stasiun Pondok Cina tidak terlalu lama mengantre tiket kertas. Penumpang hanya cukup antre semenit untuk membeli tiket.

Antrean di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (23/7/2018). Antrean tidak sampai lima menit, bahkan hanya hitungan satu menit calon penumpang sudah mendapat tiket kertas untuk ke semua stasiuan tujuan.



Pegawai PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Endah mengatakan pihaknya sudah menyediakan uang kembalian untuk calon penumpang yang hendak membeli tiket kertas sehingga antrean calon penumpang tidak terlalu lama.

"Sebenarnya sudah diinfo lewat medsos juga, sebisa mungkin siapkan uang pas, kalau tidak juga kami siapin uang kembalian," kata Endah.

"Kami memang nyediain uang receh untuk kembalian. Kami memang sudah siap menyediakan kembalian," lanjutnya.

Salah satu warga Depok, Silvi mengaku kerepotan dengan sistem pembelian tiket kertas. Namun dia tidak keberatan untuk antre karena tidak menunggu lama.

Ramai Kicauan Netizen Soal Tiket Kertas Kereta, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]




"Iya kerepotan banget dengan sistem kayak gini. Mungkin belum running well kali ya. Tapi nggak apa-apa sih. Prosesnya juga cepat. Ini saya mau ke arah Tebet," ujarnya.

Sementara itu, Ditya penumpang yang hendak ke arah Palmerah, Jakbar juga merasa kerepotan dengan tiket kertas. Dia justru baru mengetahui bahwa hari ini harus menggunakan tiket kertas.

"Repot mau buru-buru tapi ngantre. Pas mau tukerin juga panjang antrenya. Kemarin juga kan kayak gini. Belum ada info juga ini sampai kapan. Kemarin ini dikasih tahu yang nggak bisa dipakai KMT sama kartu bank, THB masih bisa, tapi ternyata pas di Pocin THB nggak bisa dipakai keluar. Sekarang juga belum siapin receh, jadi sekarang baru tahu pakai tiket kertas," tuturnya.
(idn/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed