Jepang Diundang, Belanda Tidak

HUT ke-60 RI

Jepang Diundang, Belanda Tidak

- detikNews
Jumat, 29 Jul 2005 17:07 WIB
Jakarta - Entah apa yang menjadi pertimbangan pemerintah Indonesia. Belanda dan Jepang sama-sama pernah menjajah Indonesia. Namun dalam perayaan HUT ke-60 RI nanti, Jepang diundang datang, sedangkan Belanda tidak.Padahal, Menteri Luar Negeri Belanda Bernard Rudolf Bot sudah mengungkapkan niatnya dan rencananya untuk hadir dalam perayaan HUT ke-60 RI di Jakarta. Namun tanggapan dingin yang diperolehnya.Jika Bot ingin hadir, maka pemerintah Indonesia akan mengirimkan nota. Kalau sudah disepakati dan ada jawaban, barulah dikirim undangan ke Belanda."Yang baru kita undang adalah anggota parlemen Jepang saja," kata Mensesneg Yusril Ihza Mahendra usai menjadi inspektur upacara pemakaman mantan Mensesneg Saadilah Mursjid di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat (29/7/2005).Bahkan, undangan pun sudah dilayangkan ke negeri sakura itu. "Undangannya sudah dikirim melalui kedutaan besar di Jakarta," tandas Yusril.Dalam catatan sejarah Indonesia, Belanda lebih dulu menjajah selama sekitar 3,5 abad. Penjajahan yang getol dengan politik devide et impera ini memberlakukan sistem kerja paksa dengan sebutan kerja rodi. Lalu gantian Jepang menjajah Indonesia selama 3,5 tahun. Sistem kerja paksa juga diberlakukan dengan sebutan kerja romusha.Belanda menjajah Indonesia dimulai saat Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) mulai menguasai wilayah Indonesia sejak 1602. Perusahaan dagang milik Belanda itu memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit.Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir abad ke-18, Indonesia kemudian dijajah oleh Inggris. Tidak lama kemudian, Belanda yang sudah mengambil alih kepemilikan VOC berhasil merebut kembali Indonesia pada 1816. Penjajahan ini berakhir pada 8 Maret 1942. Kala itu, Belanda menyerah kepada Jepang. Sehingga total masa penjajahan Belanda di Indonesia sekitar 3,5 abad.Meski Jepang menyebut dirinya saudara tua pelindung dari timur, tetap saja bertindak sebagai penjajah. Ibarat pepatah keluar mulut singa masuk mulut buaya, itulah yang dialami bumi pertiwi. Kekejaman pun terus dirasakan rakyat Indonesia, mulai dari penindasan, penyiksaan sampai pelecehan seksual. Akhirnya, Jepang pun hengkang dari Indonesia setelah negeri sakura itu dijatuhi bom atom pada tahun 1945. Jepang pun harus puas menjajah Indonesia hanya selama 3,5 tahun.Belanda kembali melirik Indonesia. Timbul lagi hasrat untuk menjajah. Sejak 1945-1949, Belanda gencar melakukan agresi di berbagai tempat. Namun akhirnya, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949. Perjanjian soevereiniteitsoverdracht (penyerahan kedaulatan) itu dilakukan di di Istana Dam, Amsterdam. (ton/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads