Menlu Belanda Ingin Datang, Tapi RI Tidak Mengundang

Menlu Belanda Ingin Datang, Tapi RI Tidak Mengundang

- detikNews
Jumat, 29 Jul 2005 17:04 WIB
Jakarta - Niatan Menteri Luar Negeri Belanda Bernard Rudolf Bot menghadiri perayaan HUT ke-60 RI di Jakarta ditanggapi dingin. Pemerintah Indonesia tidak berinisiatif mengundang Bot. Jika inisiatif datang dari Belanda, barulah Indonesia mengirim undangan."Saya juga sudah dengar informasi itu (rencana kedatangan Bot)," kata Mensesneg Yusril Ihza Mahendra usai menjadi inspektur upacara pemakaman mantan Mensesneg Saadilah Mursjid di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat (29/7/2005).Menurut Yusril, bila pemerintah Belanda yang diwakilkan Bot ingin hadir, maka pemerintah Indonesia akan mengirimkan nota. "Kalau sudah disepakati dan ada jawaban, baru dikirim undangan ke sana," jelas pakar hukum tata negara ini.Namun ia mengaku tidak tahu apakah kedatangan pemerintah Belanda dalam perayaan kemerdekaan Indonesia merupakan momen pertama kali. "Saya untuk itu tidak tahu. Yang jelas, saya dengar dia ingin hadir," ujar Yusril singkat.Menlu Bot telah mengungkapkan niatnya untuk hadir dalam perayaan HUT ke-60 RI di Jakarta. Jika terealisasi, maka langkah Bot ini mendobrak tabu dan merupakan yang pertama kali dalam sejarah.Sebenarnya, Ratu Beatrix sempat ingin menghadiri peringatan HUT ke-50 RI pada tahun 1995. Tapi keinginan ini ditentang PM Wim Kok. Akhirnya Beatrix terpaksa mampir di Singapura dan baru memasuki Indonesia beberapa hari setelah hari proklamasi.Belanda baru mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949, setelah selang empat tahun. Pengakuan ini dilakukan ketika soevereiniteitsoverdracht (penyerahan kedaulatan) ditandatangani di Istana Dam, Amsterdam.Di Belanda selama ini juga ada kekhawatiran bahwa dengan mengakui Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, berarti sama saja mengakui tindakan politionele acties (agresi militer) pada 1945-1949 adalah ilegal. (ton/)


Berita Terkait