Karyawati Komnas HAM Dirampok di Kopaja 66, Gaji Sebulan Amblas

Karyawati Komnas HAM Dirampok di Kopaja 66, Gaji Sebulan Amblas

- detikNews
Jumat, 29 Jul 2005 16:07 WIB
Jakarta - Angkutan umum Kopaja 66 makan korban lagi. Perampokan terjadi lagi di mikrobus rute Blok M-Manggarai lewat Kuningan, Jakarta, itu, Jumat (29/9/2005). Kali ini korbannya adalah Eri Riefka, karyawati Komnas HAM.Kisah kriminal ini bermula ketika Eri berangkat ke kantornya yang terletak di Jl Latuharhari 4B, Jakarta Pusat. Dari rumahnya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Eri menumpang bus menuju Kuningan di Jl HR Rasuna Said. Di Kuningan, dia mencegat Kopaja P66 yang lewat kantornya sekitar pukul 09.15 WIB. Tak jauh dari Plasa Setiabudi, masih di Kuningan, para penumpang sudah susut. Jam segitu memang bus-bus di Jakarta mulai lengang. Sebelumnya, penumpang Kopaja itu kira-kira 10 orang. Tapi kemudian turun satu per satu, hingga tinggal Eri dan 6 atau 7 pria yang duduk di bagian belakang.Nah, saat di depan Wisma Kodel, para pria yang berpakaian rapi bak orang kantoran itu menghampiri Eri. Rupanya, tinggal Eri yang murni jadi penumpang. Para pria itu adalah para penjahat.Para pria yang disebut Eri, tidak bergaya sangar itu lalu memegangi rok perempuan berusia 25 tahun itu. Ada yang langsung mengambil tasnya. Eri yang hanya sendirian, tidak bisa berbuat banyak."Gaji sebulan saya amblas. Saya shock dan bangkrut," keluh Eri pada detikcom lewat telepon, Jumat (29/7/2005) pukul 15.30 WIB.Eri menceritakan, sebenarnya target para bandit adalah seorang pria yang duduk di sebelahnya. Tapi pria itu keburu tahu aksi para penjahat itu. Makanya dia buru-buru turun. Calon korban itu sudah dipegangi kaki dan tasnya oleh para bandit itu. Sambil turun dari bus, pria itu mengomel dengan kesal,"Dasar copet!"Eri sebenarnya hendak mengikuti langkah pria beruntung itu. Tapi langkahnya terhenti karena para perampok itu buru-buru mengalihkan sasaran kepadanya. Eri tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menyerahkan gajinya bulan ini. Sedangkan kartu kredit dan ATM tidak diambil."Mereka beraksi sambil ketawa-ketawa," kata Eri.Para bandit itu memulai aksinya dengan membuat keributan untuk mengalihkan perhatian penumpang. "Mereka teriak-teriak ada kecoak, ada kecoak. Mereka berusaha berbuat baik dengan mengusir kecoak itu, sambil megang-megang rok saya," cerita Eri.Eri sebelumnya pernah juga nyaris jadi korban perampokan saat menumpang bus PPD 41. Karena itulah dia beralih naik Kopaja P66. "Eh ini malah jadi korban," keluhnya.Tapi Eri tetap harus menumpang Kopaja P66 meski telah jadi korban kejahatan di bus langganan pencopet itu. "Kalau nggak naik itu, saya nggak kerja," akunya.Eri tidak melaporkan kejadian ini ke polisi. "Percuma, pasti susah nangkepnya dan lagian duit saya pasti tak bisa kembali lagi," akunya.Untuk itu, Eri menyarankan kepada para penumpang bus, utamanya Kopaja P66, untuk menaruh curiga pada orang-orang yang berusaha mengalihkan atensi penumpang dengan berteriak-teriak membuat keributan. "Juga jangan terlalu percaya pada orang-orang yang sok akrab, sok berbuat baik di bus," demikian pesan Eri Riefka. (nrl/)


Berita Terkait