Menkes: Virus Kawasaki Selalu Ada, Tapi Bisa Diobati
Jumat, 29 Jul 2005 16:11 WIB
Jakarta - Virus Kawasaki yang menyerang seorang anak dan dirawat di RS Harapan Kita mengejutkan masyarakat. Tapi menurut Menkes Siti Fadillah Supari, virus Kawasaki ini selalu ada, tapi bisa diobati."Virus Kawasaki itu memang selalu ada. Itu virus biasa. Tapi, pada orang-orang tertentu, ada yang mengakibatkan reaksi imunologis yang akan berefek pada jantung," kata Menkes kepada wartawan usai silaturahmi bersama pejabat eselon I Depkes dengan pemimpin media massa di Hotel Twin Plaza, Slipi, Jakarta, Jumat (29/7/2005).Anak balita yang dirawat di RS Harapan Kita memang memiliki gejala klinik yang mirip virus Kawasaki. Virus yang pertama kalinya muncul di Jepang ini menimpa anak tersebut dan berkomplikasi dengan pembuluh darah jantung."Kemarin yang di Harapan Kita itu, tampaknya begitu. Tapi ini bisa diobati," kata dia. Kasus virus Kawasaki ini masih sedikit di Indonesia. Tahun lalu, tercatat ada dua orang yang terkena virus ini.Obat Virus Kawasaki Mahal Kasus virus Kawasaki ini mencuat setelah menyebarnya tulisan dari orang tua penderita virus ini di sejumlah mailing list. Dari tulisan yang beredar itu, diketahui bahwa obat untuk penyakit ini sangat mahal.Berikut e-mail yang dituliskannya:Virus ini menyerang anak-anak, khususnya di bawah lima tahun. Baru-baru ini anak saya terserang virus tersebut. Dia panas naik turun sampai 39-40 derajat Celcius, badan gatal-gatal semua, bibir merah (strawberry), kulit di jari tangan dan kaki mengelupas, dan trombosit naik secara drastis bisa mencapai 700.000-an yang biasa normalnya hanya 400 ribuan. Anak saya dirawat selama 10 hari di RS, baru kemarin pulang ke rumah.Virus ini sangat ganas, tidak mempan dengan obat antibiotik apa pun. Satu-satunya obat yang dapat menyembuhkan virus itu adalah GAMMA IMUNE yg harganya mahal sekali, per botol Rp 5,5 juta. Saya memerlukan 10 botol karena anak saya beratnya 25 kg (2,5kg per botol). Saya beli obat tersebut di Apotik Grogol, bukan di RS karena harganya lebih murah Rp 10 juta dibandingkan di RS.Obat ini langsung disuntik (seperti infus) ke anak saya selama lima jam (setengah jam per botol). Setelah itu, anak saya kelihatan lebih sehat dan bisa bermain lagi keesokannya.Virus ini bisa menyerang jantung dan di Indonesia masih langka. Belum banyak orang mengetahui virus ini. Menurut dokter jantung, virus ini telah menyerang ke pembuluh darah coroner ke jantung (pembengkakan) anak saya, dan perlu waktu kurang lebih 2-3 bulan untuk penyembuhannya.
(asy/)











































