Wabah Bakteri dari Babi, Sudah 31 Orang Meninggal di Cina
Jumat, 29 Jul 2005 15:40 WIB
Jakarta -
Penyakit misterius yang menyerang Cina terus menelan korban jiwa. Sejauh ini sudah 31 orang meninggal akibat serangan bakteri dari babi itu. Sementara jumlah penderita juga meningkat menjadi 152 orang.Dari 152 pasien itu, sebanyak 27 di antaranya dalam kondisi kritis. Namun meski korban terus berjatuhan, pemerintah Cina bersikeras bahwa wabah misterius itu bisa terkendali.Demikian disampaikan Menteri Kesehatan Cina Gao Qiang seperti diberitakan AFP, Jumat (29/7/2005)."Sejauh ini, epidemi itu telah berada dalam kendali awal," kata Gao dalam sebuah pernyataannya usai mengunjungi para pasien di Provinsi Sichuan, tempat wabah tersebut merebak sejak Juni lalu.Statemen Gao ini langsung dibantah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut Juru bicara WHO Bob Dietz, masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa wabah ini telah bisa dikendalikan."Masih terlalu dini menyebut ini terkendali karena muncul kasus-kasus baru dan kematian baru," ujar Dietz.Hasil tes-tes awal laboratorium di Cina menunjukkan, wabah tersebut disebabkan oleh bakteri streptococcus suis, yang biasanya menyebar di kalangan babi. Namun WHO mengaku bingung dengan fakta ini.Pasalnya, jika memang penyakit itu disebabkan oleh bakteri tersebut, maka ini pertama kalinya bakteri babi menyerang begitu banyak orang dalam waktu bersamaan.Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa bakteri tersebut kini telah menjadi lebih ganas. Untuk itu tes laboratorium lebih lanjut diperlukan guna mengetahui apakah ada faktor-faktor lain yang terlibat.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































