Status Nonaktif Dicabut, Jefri Noer Kembali Pimpin Kampar

Status Nonaktif Dicabut, Jefri Noer Kembali Pimpin Kampar

- detikNews
Jumat, 29 Jul 2005 15:42 WIB
Jakarta - Jefri Noer kini bisa bernafas lega. Mendagri M Ma'ruf telah mencabut penonaktifannya sebagai Bupati Kampar. Bersama wakilnya, Achmad Zakir, dia diperbolehkan memimpin Kabupaten Kampar lagi.Keputusan Mendagri diambil karena tidak ditemukannya bukti kuat untuk memberhentikan Jefri dan Achmad Zakir. Kondisi ini membuat Mendagri memutuskan mengaktifkan kembali jabatan keduanya. "Saya sudah menandatangani SK pencabutan penonaktifan Bupati Kampar tadi pagi," kata Ma'ruf di Gedung Depdagri, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (29/7/2005).Pencabutan penonaktifan itu dilakukan lewat Keputusan Mendagri Nomor 131.24-627/2005 tanggal 29 Juli 2005. Kepmen ini sekaligus mencabut Nomor 131.24-329/2004 tentang penyelesaian masalah Bupati Kampar.Dia menambahkan keputusan ini diambil setelah mendapat masukan dari Gubernur Riau Rusli Zainal selaku pelaksana tugas Bupati Kampar selama ini. Masukan juga didapat dari DPRD Kabupaten Kampar."Ada tiga pertimbangan dalam mengantifkan kembali Jefri Noer, yakni aspek hukum, politik dan sosial kemasyarakatan," kata Mendagri.Pada aspek hukum, lanjut dia, belum ditemukan bukti-bukti pelanggaran hukum yang dilanggar Jefri, sehingga tidak ada alasan untuk menonaktifkan Jefri. Padahal, dalam UU Nomor 32/2004 mengenai Pemda, kepala daerah hanya dapat dinonaktifkan atau diberhentikan jika statusnya melanggar hukum dan menjadi terdakwa.Dari aspek politik, penonaktifan Jefri dapat mengganggu kinerja pemerintah Kabupaten Kampar. Padahal Jefri telah mendapat materi pada masa orientasi. Dengan diberikannya materi tersebut diharapkan prilaku Jefri dalam membina hubungan dengan masyarakat, pemerintah dan bawahannya berlangsung dengan baik."Untuk aspek sosial kemasyarakatan kita harap dia dapat menghentikan kerusuhan masyarakat mengenai kepala daerah," katanya.Beberapa waktu lalu Jefri Noer didemo oleh ribuan warganya, terutama oleh para guru dan para pelajar di Kabupaten Kampar. Dia tidak dipercaya sebagai kepala daerah karena sikapnya yang dinilai arogan. Tapi, akhirnya para pentolan demonstran meminta maaf, karena merasa telah diperalat. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads