DetikNews
Sabtu 21 Juli 2018, 02:50 WIB

Laporan Dari Madinah

Jemaah Haji Asal Gowa Meninggal di Imigrasi Bandara Madinah

Fuad Fariz - detikNews
Jemaah Haji Asal Gowa Meninggal di Imigrasi Bandara Madinah Foto: Almarhum Hadia menjadi Jamaah Haji Indonesia yang kedua wafat di Tanah Suci (Tim MCH)
Madinah - Kabar duka kembali menyelimuti jemaah haji Indonesia. Seorang jemaah perempuan asal Gowa, Sulawesi Selatan wafat setibanya di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Jumat (20/7/2018).

Hadia Daeng Saming (73), berangkat dari Embarkasi Makassar bersama rombongan dari Kabupaten Gowa dan Barru. Hadia mula-mula tak sadarkan diri saat menuju antrean keimigrasian menuju Gerbang Zero Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz saat dibopong putrinya Asmia Hadi Hasan yang berusia sekitar 50 tahun.



Sekitar 2-3 jam sebelum mendarat, jemaah mengeluh sesak napas. Kami berikan penanganan berupa oksigenasi, dan pemberian obat oral serta inhalan. Kondisi pasien membaik, sehingga menolak menerima terapi oksigen meskipun sdh kami tekankan untuk dipertahankan.

Hadia terbang ke Tanah Suci bersama sejumlah keluarganya dalam Kloter 5 Embarkasi Haji Makassar. Kloter itu terbang dengan maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA1203.

Andi Marolla, petugas kesehatan yang mendampingi rombongan Hadia dari Embarkasi Makassar menuturkan, di atas pesawat, sekitara 2-3 jam sebelum pendaratan Hadia sudah tak sehat. Ia sesak nafas dan diketahui memang memiliki riwayat bronkitis.



Marolla bersama rekan-rekan petugas kesehatan kemudian memasangkan oksigen dan memberikan obat oral serta inhalan. "Dia sempat baikan setelah itu," kata Andi Marolla di Bandara Madinah.

Meski petugas minta dipertahankan, Hadia juga menolak dipasangi oksigen. Ia kembali ceria setelah pesawat mendarat di Bandara Amma sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Hadia menolak diangkut memakai mobil khusus untuk pasien pengguna kursi roda setelah turun dari pesawat. Pada saat mengantre untuk imigrasi, ia pingsan saat dipapah Asmia Hadi, lalu dibawa ke klinik bandara.

Di klinik bandara, Hadia mengalami asistole alias henti jantung. Paramedik coba melakukan CPR, namun tidak berhasil. Ia dinyatakan meninggal sekitar pukul 15.04 waktu arab saudi di Klinik Bandara.

Asmia nampak terpukul selepas kematian ibunya dipastikan dokter bandara.

"Mamakku... Mamakku..." raungnya di atas kursi roda saat didorong keluar dari Gerbang Zero Bandara AMA.



Ia kemudian diantarkan ke bus untuk berkumpul dengan keluarganya oleh Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat. Di dalam bus, anggota rombongan lainnya mendoakan almarhumah serta mencoba menenangkan Asmia, anaknya. Tak sedikit juga anggota rombongan itu yang ikut menangis bersama Asmia. Mereka meyakinkan, Asmia sudah lunas menunaikan tugas mengantarkan ibundanya ke Tanah Suci.

Arsyad Hidayat mengatakan, terkait kematian seperti yang dialami Hadia, pihak Muassasah Adilla dari Arab Saudi yang akan melakukan prosesi pemakamaan.

"Nanti mereka menyampaikan surat meminta kita mengikhlaskan proses pemakaman di Tanah Suci," kata Arsyad di Bandara. Jenazah dibawa ke RE Arab Saudi sekitar pukul 17.00 waktu setempat.
(fua/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed