DetikNews
Jumat 20 Juli 2018, 20:31 WIB

Motif dan Pesan Misterius Mahasiswa Telkom Bunuh Diri

Wisma Putra - detikNews
Motif dan Pesan Misterius Mahasiswa Telkom Bunuh Diri Lokasi kos mahasiswa AR ditemukan tewas gantung diri (Wisma Putra/detikcom)
Kabupaten Bandung - Pria berinisial AR mengakhiri hidupnya dengan seutas tali tambang warna kuning di kamar kosnya di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sejauh ini, tidak ada dugaan pembunuhan terhadap pria 22 tahun itu, terlebih ada pesan yang ditinggalkannya. Apa isinya?

AR, yang diketahui berasal dari Batam, tercatat sebagai mahasiswa Telkom University. Jasadnya ditemukan Jumat (20/7) pagi tadi di kamar kosnya, Jalan Sukabirus, Dayeuhkolot. Tali tambang diikatkan ke ventilasi di pintu kamarnya, ujung lainnya dilingkarkan pada lehernya.

Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Risnanto, yang mendapatkan kabar itu, langsung mengecek ke lokasi. Jasad AR pun langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Sartikaasih, sedangkan polisi mengecek ulang lokasi untuk memastikan tanda-tanda kematian AR.


"Kalau dilihat, murni bunuh diri. Dilihat di TKP seperti itu, tidak ada tanda kekerasan," kata Risnanto.

Sementara itu, Manajer Kemahasiswaan Telkom University Soni Sandono, yang juga mengecek lokasi, membenarkan AR merupakan mahasiswanya. Soni menyebut AR tercatat sebagai mahasiswa semester akhir dari angkatan 2014. Dari penuturan Soni, AR rupanya sempat meninggalkan pesan di layar monitor laptop miliknya, apa isinya?

'Tolong telepon Kaka Dahu 081xxxxxxxxx'


Soni menyebut AR sudah jarang ke kampus sejak dua tahun lalu. Dari situlah, muncul dugaan AR nekat bunuh diri karena urusan kuliahnya yang tidak kunjung selesai.

"Dia mengakui kesalahan. Selama dua tahun ini memang kuliah sudah tidak masuk, (surat wasiat) di teks di komputer. Jika disimpulkan, punya kesalahan, bilang ke keluarga mau sidang tapi tidak," kata Soni, yang menyebut isi surat wasiat itu termasuk permintaan maaf kepada keluarga.

Kakak AR, yang juga datang setelah dihubungi, tidak bisa menahan haru. Dia menangis sambil ditenangkan oleh seorang polisi.
(dhn/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed