DetikNews
Jumat 20 Juli 2018, 20:22 WIB

Said Aqil Singgung Ketimpangan Penguasaan Lahan Era Jokowi

Ray Jordan - detikNews
Said Aqil Singgung Ketimpangan Penguasaan Lahan Era Jokowi Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengakui angka kemiskinan memang turun di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun masih ada problem ketimpangan penguasaan lahan yang harus diatasi.

"Pertama, kemiskinan. Alhamdulillah, kemiskinan turun satu digit. Tapi yang harus kita dorong adalah keadilan distribusi, penguasaan tanah," kata Said saat mengisi tausiah dalam pembukaan Munas IV Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Hotel JS Luwansa, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018).

Said melanjutkan uraiannya di acara yang dibuka langsung oleh Presiden Jokowi ini. Kata dia, ada orang superkaya yang menguasai lahan sangat luas. Problem keadilan perlu dipikirkan bila melihat realitas semacam ini.


"Ada konglomerat yang punya tanah 5,2 juta hektare. Akses utang bank atas permodalan ke bank itu juga bagi rakyat kecil, juga keahlian, dalam hal ini pendidikan," katanya.

NU berakidah ahlusunnah wal jamaah dan moderat, berideologi. NU mendukung prinsip 4 Pilar Kebangsaan, dan berprinsip satu nusa dan satu bangsa. Namun ada prinsip yang menurut NU belum jelas garisnya, yakni ghaniyah atau pembagian.


"Yang belum jelas, Pak Presiden, ghaniyah, bagi-baginya belum rata. Pernah saya sampaikan kepada Pak Presiden, Paket Kebijakan Ekonomi 14 kali, tapi belum menyentuh warga NU yang paling bawah. Tetangga saya, nggak ada yang berubah, gitu-gitu aja. Padahal sudah 14 kali Paket Kebijakan Ekonomi. Yang berubah mungkin Jakarta," kata Said Aqil.
(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed