Rommy Ajak Singapura Dirikan 'Silicon Valley' di Indonesia

Rommy Ajak Singapura Dirikan 'Silicon Valley' di Indonesia

Moch Prima Fauzi - detikNews
Jumat, 20 Jul 2018 16:47 WIB
Rommy Ajak Singapura Dirikan Silicon Valley di Indonesia
Foto: Dok PPP
Jakarta - Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy mengajak negara Singapura untuk mendirikan kawasan pusat teknologi seperti Silicon Valley, di Indonesia. Pria yang akrab disapa Rommy itu mengatakan Singapura memiliki modal di bidang teknologi sementara Indonesia bisa memanfatkan Sumber Daya Manusia yang terampil.

"Saya mengajak Singapura untuk mendirikan semacam 'Silicon Valley' di Indonesia. Singapura mempunyai kelebihan di bidang teknologi, sementara Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia (SDM) terampil dengan biaya produksi yang murah," kata Rommy dalam keterangan tertulis, Jumat (20/7/2018).

Rommy yakin dengan keunggulan yang dimiliki kedua negara, 'Silicon Valley' ini bisa diwujudkan di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hal itu diungkapnya saat bertemu dengan Wakil Perdana Menteri (PM) Singapura, Teo Chee Hean di Jakarta, hari ini. Chee Hean meminta masukan dari Rommy tentang agenda yang akan dibicarakan dalam pertemuan Leaders' Retreat antara Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada 11 Oktober mendatang.

Sebagai informasi, Silicon Valley selama ini dikenal sebagai kawasan industri di California, Amerika Serikat, yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komputer. Kawasan ini menjadi contoh coba ditiru oleh sejumlah negara di dunia. Di sana terdapat beberapa perusahaan teknologi raksasa seperti Apple, Google, Adobe, hingga Intel.


Selain mengajak untuk membangun Silicon Valley, Rommy juga menyinggung perlunya peningkatan kerja sama pariwisata antara Indonesia dan Singapura. Dengan kerja sama ini, Rommy menilai akan membuat pariwisata Indonesia semakin banyak dilirik dan diminati wisatawan dunia.

"Dalam pertemuan ini, Wakil PM Singapura juga, bertanya tentang kondisi politik terkini, termasuk masih ada atau tidaknya politik identitas di Indonesia," tambah Rommy.

Rommy menjelaskan, bahwa politik identitas itu masih terlihat di Indonesia. Ia mencontohkan apa yang terjadi di Pilkada DKI Jakarta, Sumatera Utara dan Jawa Barat. (ega/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads