DetikNews
Jumat 20 Juli 2018, 16:07 WIB

Gelombang Tinggi, Nelayan di Selatan Banten Diminta Tak Melaut

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Gelombang Tinggi, Nelayan di Selatan Banten Diminta Tak Melaut Pencarian korban kapal tenggelam di Banten (Foto: 20detik)
Serang - Nelayan di wilayah pesisir selatan Banten diminta untuk tidak melaut sementara waktu. BMKG mengeluarkan peringatan dini soal gelombang tinggi.

"Karena angin cukup kencang sehingga menimbulkan gelombang cukup tinggi. Diimbau kepada nelayan untuk sementara tidak melaut," kata Kepala BMKG Serang, Sugarin, saat dikonfirmasi, Jumat (20/7/20187).


Akibat gelombang tinggi, pada Kamis (19/7) kemarin, KM Barokah dan kapal rombongan dari IPB Bogor tenggelam.

Nelayan diimbau tak melaut karena angin di pesisir selatan khususnya Lebak dan Pandeglang mencapai kecepatan di atas 15 knot dengan potensi gelombang setinggi 4 meter. Kondisi ini diperkirakan terjadi dalam 3-4 hari ke depan.


Sementara itu, Kapolsek Wanasalam AKP Jajang Adiyana mengatakan ombak di pesisir selatan masih tinggi. Nelayan di sana menurutnya tidak berani melaut apalagi ada kejadian kapal tenggelam.

Terkait dua nelayan kapal KM Barokah yang hilang, pihaknya juga masih belum berani melakukan pencarian di tengah laut. BPBD bersama Basarnas menurutnya hanya melakukan pencarian di sekitar pesisir.


"Ombaknya masih besar dan pencarian sementara menunggu di pesisir," kata Jajang melalui sambungan telepon kepada detikcom.

Jajang mengungkapkan total ada 4 kapal yang tenggelam akibat gelombang tinggi di pesisir selatan. Selain KM Barokah dan KM Orange yang membawa rombongan IPB, ada dua kapal nelayan lain yang tenggelam. Tapi, dua kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
(bri/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed