"Paling banyak kerja informal seperti buruh-buruh pabrik, pembantu rumah tangga gitu sama jualan di pasar, kayak yang di Pasat Induk itu banyak pedagang dari luar Jakarta. Setiap tahun biasanya seperti itu," kata Kasudin Dukcapil Jakarta Timur, Sukma Wijaya saat dihubungi, Jumat (19/7/2018).
Sukma menambahkan Dinas Dukcapil DKI juga sudah melakukan operasi Bina Kependudukan (Biduk) serentak di seluruh wilayah Jakarta termasuk Jakarta Timur pada 18 Juli 2018 kemarin. Menurutnya, para pendatang tersebut biasanya tinggal kawasan yang banyak terdapat kos-kosan dan rumah kontrakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain di kos-kosan dan rumah kontrakan, para pedatang tersebut biasanya langsung tinggal bersama orang yang membawanya dari kampung. Mereka dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga.
"Ya tergantung kalau dia datangnya nggak dibawa sama orang, kalau dibawa sama orang itu kan jadi pembangu diperkerjakan gitukan," tambah Sukma.
Tonton juga 'Kerusakan Pipa Gas di MT Haryono yang Terhantam Backhoe':
Sukma mengatakan Pemrov DKI tak bisa melarang masyarakat datang ke Jakarta sebab setiap warga negara berhak datang ke Jakarta. Namun, dia mengimbau bagi para pendatang untuk melengkapi surat administrasi kependudukan dan memiliki tempat tinggal yang jelas.
"Paling kita hanya imbau kalau nanti di Jakarta tolong, pertama kalau dia mau kerja bekali dengan skill-lah kalau ingin berjuang, kalau nggak punya ya jadi pengemis kan kasian terus merepotkan," ujarnya.












































