RI Panggil Kedubes Malaysia, Protes Pengepungan Kapal

RI Panggil Kedubes Malaysia, Protes Pengepungan Kapal

- detikNews
Jumat, 29 Jul 2005 14:04 WIB
Jakarta - Tidak terima dengan perlakuan kapal Diraja Malaysia terhadap patroli Polisi Air (Polair) Polda Sumatera Utara (Sumut) pada 25 Juli 2005 lalu, pemerintah Indonesia melayangkan nota protes kepada pemerintah Malaysia. Nota protes disampaikan kepada Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia."Kita panggil mereka hari ini. Dalam pemanggilan itu Deplu meminta agar dilakukan investigasi terhadap insiden tersebut," kata Jubir Deplu Yuri Thamrin kepada wartawan dalam media briefing di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Jumat (29/7/2005). Jika dari investigasi tersebut diperoleh bukti terjadinya pelanggaran terhadap wilayah laut Indonesia, Deplu akan meminta dilakukan tindakan disiplin terhadap tentara laut Malaysia yang terlibat dalam insiden tersebut.Selain itu, Indonesia juga akan meminta dilakukannya ekstradisi terhadap tiga awak kapal trawl Malaysia yang ditengarai melakukan penangkapan ikan ilegal di wilayah laut Indonesia. Hal ini didasarkan atas perjanjian ekstradisi antara RI dan Malaysia yang diteken pada tahun 1974. Insiden di perairan Jumur, Sumut, itu terjadi saat patroli Polair Polda Sumut dengan nomor lambung 201 memergoki tiga kapal trawl Malaysia melakukan penangkapan ikan di perairan RI. Ketiga kapal pencari ikan tersebut ditangkap secara berurutan. Kapal pertama ditangkap pukul 06.30 WIB. Kapal yang dilengkapi pukat harimau itu dinakhodai Ooi Gaek Chuan, warga Malaysia. Mereka ditangkap kira-kira 11 mil dari Pulau Jumur. Selanjutnya, kapal kedua yang dinakhodai Kii Kui Sheng disergap pukul 07.30 WIB. Jaraknya sekitar 15 mil dari Pulau Jumur. Lalu, kapal ketiga yang dinakhodai Chia Kau Kia ditangkap pukul 08.00. Ketika ditangkap, ketiga nakhoda kapal tersebut langsung diminta menandatangani berita acara penangkapan. Tapi, mereka menolak menandatanganinya. Lalu, patroli Polair menggiring ketiga kapal asing itu menuju pantai untuk ditahan.Pukul 09.00, iring-iringan kapal tersebut berpapasan dengan Kapal Perang Angkatan Laut Malaysia Kenembela 14 dan Helikopter Navy M-502. Pertemuan terjadi pada posisi 03 derajat-20 menit-00 detik utara dan 100 derajat-20 menit-00 detik timur.Melihat kedatangan kapal dan heli militer negaranya, empat ABK (anak buah kapal) salah satu kapal Malaysia itu menjadi besar kepala. Mereka lalu menyerang seorang personel polisi yang bertugas menjaga salah satu kapal. Bahkan, mereka mendorong seorang anggota polisi itu ke laut. Setelah itu, di bawah todongan senjata, kapten kapal patroli Polair yang dipaksa naik ke kapal perang Malaysia untuk bernegosiasi. Angkatan Laut Malaysia meminta kapal patroli Polair melepaskan ketiga kapal pencuri ikan. Dengan terpaksa patroli Polair akhirnya melepaskan ketiga kapal itu. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads