DetikNews
Jumat 20 Juli 2018, 09:28 WIB

Polisi Selidiki Video Viral Ibu yang Dihipnotis Bule Singapura

Nur Aziza - detikNews
Polisi Selidiki Video Viral Ibu yang Dihipnotis Bule Singapura Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Polisi menyelidiki video viral seorang ibu yang diduga dihipnotis oleh pria bule di kawasan Jakarta Barat. Meski korban belum melapor, polisi melakukan upaya jemput bola untuk meminta keterangan dari korban.

"Ya kita jemput bola. Kita sudah coba hubungi, tapi walaupun yang bersangkutan belum lapor, kita sudah lakukan langkah-langkah penyelidikan," kata Kasat Resrkim Polres Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu saat dihubungi detikcom, Jumat (20/7/2018).

Sementara polisi juga terus mengimbau agar pihak korban membuat laporan secara resmi atas kejadian tersebut. Laporan korban merupakan dasar bagi aparat polisi dalam upaya penyelidikan lebih lanjut.

"Sampai saat ini masih kita lakukan penyelidikan. Kita sudah hubungi yang bersangkutan untuk membuat laporan. Namun, walaupun belum membuat laporan kita sudah lakukan penyelidikan," tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Edi belum bisa menyimpulkan apakah pelaku memang WN Singapura atau bukan. Tetapi, menurut pihak korban, pelaku mengaku berasal dari Singapura.

"Ya kan masih penyelidikan, belum bisa kami jawab," imbuhnya.


Video soal hipnotis itu diunggah oleh seseorang bernama Nuril Farah Dhiya melalui akun Instagram-nya. Nuril mengaku sebagai anak wanita dalam video yang bernama Hannah (60) itu.

Peristiwa itu, menurut Nuril, terjadi pada Senin (16/7) sekitar pukul 09.30 WIB. Bermula saat Hannah keluar dari rumahnya di kawasan Kampung Baru, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Saat itu Hannah didatangi seorang pria yang mengaku dari Singapura. Pria itu berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan Hannah.

Pria itu lalu berpura-pura menanyakan alamat seorang ibu bernama Masitoh karena akan menyumbangkan uangnya untuk janda dan kaum duafa. Pria itu juga meminta tolong kepada Hannah untuk mengantarnya menukarkan uang.

Pria itu diduga berkomplot dengan pelaku lainnya dengan peran masing-masing, salah satunya sebagai sopir. Singkat cerita, korban kemudian dibawa ke Bank BRI Cipulir, Jakarta Selatan, dengan alasan hendak menukar uang dolar.

Alih-alih menukarkan uang, korban justru mengambil uangnya di bank dan memberikannya kepada pelaku. Korban mengalami kerugian sekitar Rp 45 juta dalam kejadian ini.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed