Hal tersebut disampaikan anggota badan komunikasi Gerindra Andre Rosiade menanggapi masuknya Anies sebagai cawapres Prabowo versi survei LIPI. Anies menempati posisi pertama dengan raihan 23,1 persen.
"Nama Anies memang masuk radar," kata anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade kepada detikcom, Kamis (19/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti Zulkifli Hasan (Ketum PAN), Ahmad Heryawan (kader PKS)," ujarnya.
Andre menjelaskan sosok pilihan yang bakal mendampingi Prabowo akan diputuskan bersama oleh koalisi. Sebab, keputusan itu tak bisa diambil sendirian oleh partainya.
"Kesepakatan koalisi cawapres akan diputuskan bersama dengan Pak Prabowo dan pimpinan parpol koalisi. Kalau Demokrat bergabung ya nanti 4 pimpinan parpol yang akan membicarakan, Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat," terangnya.
PKS merupakan parpol yang siap berkoalisi dengan Gerindra. Akan tetapi, para jagoan PKS belum berjaya di survei soal Pilpres 2019.
Sembilan nama kandidat cawapres dari PKS itu adalah mantan Gubernur Jawa Barat dari PKS Ahmad Heryawan (Aher); Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid; mantan Presiden PKS Anis Matta, dan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Kemudian Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Almuzzammil Yusuf, serta Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.
Di antara nama-nama PKS itu, hanya Aher yang masuk di survei terbaru Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang cawapres Prabowo. Aher meraup 2,9 persen suara responden, terpaut jauh dari Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, yang bukan merupakan kader parpol, dengan perolehan 23,1 persen suara responden. (dkp/knv)











































