Boikot Pilkada, Cabup Semarang Tak Kirim Saksi ke TPS
Jumat, 29 Jul 2005 13:15 WIB
Semarang - Merasa KPUD tak mengikuti aturan main, calon bupati (cabup) Semarang Pujiono - Syaiful Hidayat berniat tak mengikuti pilkada 31 Juli mendatang. Sebagai bentuk aksi boikotnya, mereka tak mengirimkan saksi ke TPS.Salah satu Tim Sukses Pujiono - Syaiful Hidayat, Said Riswanto, menyatakan, pihaknya tidak akan mengikuti pilkada jika pelaksanaannya tetap 31 Juli mendatang. Hal itu sudah menjadi komitmen awal calonnya."Untuk itu, kami tidak akan mengirimkan saksi ke TPS. Calon kami (Pujiono - Syaiful Hidayat) juga tidak akan mencoblos," kata pengusung calon dari PAN ini ketika dihubungi melalui telepon, Jum'at (29/7/2005).Menurut Said, aksi boikot itu sebetulnya akan dilakukan bersama tiga cabup lainnya. Mereka adalah cabup Miftahudin - Ari Prabowo (PDIP), Masqur Ahmad Arifin (PKS - Partai Demokrat), dan Saryono - Purwidodo (Partai Golkar). Namun ketiganya belum memastikan diri untuk boikot seperti kesepakatan awal."Itu hak masing-masing calon. Tapi yang jelas, kami dulu pernah bersepakat untuk boikot. Kalau pun sekarang tidak boikot ya terserah mereka. Kami tetap boikot," tandas lelaki yang juga Wakil Sekretaris PAN Kab Semarang ini.Said menilai apa pun hasilnya, Pilkada Kab Semarang tetap tidak sah. Dalam setiap tahapan pilkada, empat calon tidak mengikuti. Sehingga sejak awal pilkada cacat secara hukum. Selain itu, KPUD juga meloloskan calon yang ijazahnya bermasalah (cawabup Siti Ambar Fathonah).Sementara itu, persiapan pilkada nyaris sempurna. Seluruh logistik telah terdistribusi ke PPK dan PPS. Atribut cabup yang masih terpasang mulai diturunkan. Sejak Jumat kemarin, KPUD telah menetapkan sebagai masa tenang.Aparat kepolisian terlihat berjaga penuh. Seluruh personel Polsek dan Polres diturunkan. Untuk menambah ketat pengamanan, aparat Polwiltabes Semarang juga ikut serta. Mereka menjaga titik-titik strategis seperti Kantor KPUD, DPRD, Kantor Bupati, dan lain-lain.
(nrl/)










































