DetikNews
Kamis 19 Juli 2018, 22:15 WIB

Cerita Tamran, Urunan Tiang Bambu demi Semarakkan Asian Games

Indra Komara - detikNews
Cerita Tamran, Urunan Tiang Bambu demi Semarakkan Asian Games Tamran, warga yang memasang bendera Asian Games di Pluit. (Indra/detik)
Jakarta - Muhammad Tamran (41) mengaku berinisiatif mengajak warga urunan membeli bambu untuk tiang bendera negara peserta Asian Games 2018. Ada 11 orang, termasuk Tamran, yang urunan untuk membeli bambu di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

"Sebelas orang patungan beli di Senen bersama kawan-kawan, spontan. Inisiatif dari saya," kata Tamran setelah bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2018).

Selain bambu, Tamran dan warga urunan membeli bendera negara peserta Asian Games. Total dana yang digunakan untuk membeli bambu dan bendera sampai jutaan rupiah.

"Bujet bambu Rp 200 ribu. Nggak enak disebut, malu. Satu bendera Rp 50 ribu. Tadi kami beli bendera 100 di Tanah Abang," ujar Tamran.



Tamran dan teman-temannya punya alasan mengapa memilih bambu sebagai tiang. Selain keterbatasan dana, untuk mengenang jasa pahlawan saat mengusir penjajah.

"Prinsip kami, bambu itu kan dari dulu, zaman nenek moyang. Bambu runcing itu melawan Belanda. Itu kalau di Sulawesi bambu kalau dibuang sama saja membuang orang kecil. Sampai sekarang, khususnya orang Sulawesi, di pinggir pantai, rumah masih pakai bambu tiangnya. Sangat berguna," cerita Tamran.

Tamran mengaku tak tersinggung saat diejek menggunakan bambu sebagai tiang bendera. Pria asal Makassar itu justru mempertanyakan mengapa pihak yang menghujat tak ikut memeriahkan Asian Games.

"Dihujat? Biasa-biasa saja, tambah senang saya. Kenapa dia (yang menghujat) nggak beli bambu? Dia kan banyak uang. Kenapa dia nggak pasang juga bendera di depan rumahnya?" ucapnya.

Tamran bersama warga mengaku tak mengharap balasan dari pemerintah. Hingga kemudian dia diundang Sandiaga untuk datang ke Balai Kota.

"Diundang sama Pak Lurah, 'Bang Tamran, mohon kedatangannya di kantor Gubernur. Mohon waktunya.' Kita tidak mengharap itu. Kita cuma bantu pemerintah. Bendera ini untuk memeriahkan," katanya.
(idn/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed