DetikNews
Kamis 19 Juli 2018, 20:55 WIB

Kasus PLTU Riau-1, KPK Telusuri Pertemuan Idrus-Eni Maulani

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Kasus PLTU Riau-1, KPK Telusuri Pertemuan Idrus-Eni Maulani Jubir KPK Febri Diansyah (Nur Indah/detikcom)
FOKUS BERITA: Kasus Suap PLTU Riau 1
Jakarta - KPK mengklarifikasi soal pertemuan Menteri Sosial Idrus Marham dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Eni merupakan tersangka dalam kasus suap terkait pembangunan PLTU Riau-1.

"Terhadap saksi Idrus Marham, KPK mengklarifikasi pertemuan-pertemuan bersama tersangka EMS (Eni Maulani Saragih) yang diketahui atau dihadiri langsung oleh saksi," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (19/7/2018).



Sedangkan untuk saksi lain yang juga diperiksa hari ini, Dirut PT PJB Investasi Gunawan Yudi Hariyanto, KPK mendalami soal kontrak kerja sama pengadaan listrik dalam proyek tersebut.

"Sedangkan terhadap saksi Gunawan, penyidik mengkonfirmasi pengetahuan saksi terkait dengan kontrak kerja sama pengadaan listrik dalam proyek PLTU Riau-1," kata Febri.

Gunawan sendiri irit bicara setelah diperiksa KPK sore tadi. Dia enggan membeberkan soal susunan konsorsium dalam proyek PLTU Riau-1

"Tanya penyidik saja," kata Gunawan saat akan meninggalkan gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Eni dan Johannes sebagai tersangka. Eni diduga menerima keseluruhan Rp 4,8 miliar dari Johannes untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1.

Dalam OTT keduanya, KPK mengamankan Rp 500 juta, yang diduga merupakan pemberian keempat. Pemberian pertama kepada Eni diduga pada Desember 2017 sebesar Rp 2 miliar, pemberian kedua pada Maret 2018 sebesar Rp 2 miliar, dan pemberian ketiga 8 Juni 2018 sebesar Rp 300 juta. Ada dugaan pemberian tersebut melalui staf dan keluarga Eni.
(nif/rvk)
FOKUS BERITA: Kasus Suap PLTU Riau 1
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed