DetikNews
Kamis 19 Juli 2018, 18:20 WIB

Anies Temukan Ada Barang Konstruksi di Pulau C Reklamasi

Mochamad Zhacky - detikNews
Anies Temukan Ada Barang Konstruksi di Pulau C Reklamasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerima laporan mengenai pembangunan di Pulau C hasil reklamasi pantai utara Jakarta. Laporan yang diterima, ada barang-barang untuk konstruksi di pulau tersebut.

"Di Pulau C ada gambar-gambar, tetapi mereka tidak bisa menyimpulkan sampai sekarang apakah barang-barang itu sudah ada tanggal 7 Juni atau baru ada sesudah tanggal 7 Juni," kata Anies di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2018).


Anies menuturkan tim dari Pemprov DKI masih mendalami keberadaan barang-barang itu. Dia belum bisa memastikan apakah barang konstruksi tersebut masuk sebelum atau setelah penyegelan dilakukan.

"Karena barang-barang itu ada di lapangan, jadi sekarang akan dicek lebih jauh. Tapi bahwa di situ ada barang-barang, itu benar ditemukan. Saya dapat kiriman, apa, fotonya dari drone. Di situ terlihat memang ada, apa, banyak bahan-bahan untuk konstruksi. Tapi apakah itu barang baru dipasang atau barang yang dulu tak sempat (diangkut), sekarang lagi dicek," papar Anies.


Eks Mendikbud itu mengaku mendapatkan laporan melalui drone dan pengamatan secara langsung di Pulau C. Dari pengamatan tersebut juga terlihat pembangunan jembatan yang diprotes para nelayan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

"Tim dari Pemprov sudah melakukan pemotretan hasil drone dan juga melakukan site visit langsung. Yang memang terlihat adalah kegiatan pembangunan yang ada di PIK 2. Kemudian di sana ada pembangunan jembatan," terang Anies.

Anies akan menindak tegas apabila terdapat pengerjaan di pulau hasil reklamasi yang masuk wilayah DKI. Sebab, diketahui, Anies sudah memutuskan menghentikan pembangunan reklamasi.

"Tapi intinya bahwa kita tidak akan toleransi dan tidak akan membiarkan kalau di situ ada pelanggaran. Jadi sekarang mereka sedang mengecek. Yang jelas, ada barang-barang, tapi apakah ini baru atau tidak, kalau baru berarti akan ada sanksinya. Sanksinya apa, saya akan lihat aturannya," jelasnya.
(zak/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed