DetikNews
Kamis 19 Juli 2018, 16:48 WIB

Rizal Ramli Kritik Perindo: Jangan karena Ada Kasus Lalu Jilat JK

Sahaya Anisa - detikNews
Rizal Ramli Kritik Perindo: Jangan karena Ada Kasus Lalu Jilat JK Foto: Istimewa
Jakarta - Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli mengaku heran atas gugatan syarat cawapres yang diajukan Perindo ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia pun menyinggung soal masalah hukum Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo.

"Saya nggak ngerti Hary Tanoe kok ujug-ujug Perindo ngajukan appeal ke Mahkamah Konstitusi agar Pak Jusuf Kalla bisa maju lagi. Hary Tanoe jangan ngawur ya, jangan gara-gara ada kasus mau mengkhianati reformasi," kata Rizal setelah menjenguk SBY di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2018).

"Reformasi kan sederhana. Presiden-wakil presiden maksimum dua kali. Maksudnya Hary Tanoe apa ini? Hanya gara-gara ada kasus terus menjilat Jusuf Kalla (JK)," sambungnya.


Saksikan juga video 'Rizal Ramli: Ekonomi Indonesia Memburuk dan Mengkhawatirkan':

[Gambas:Video 20detik]



Selain itu, Rizal mengatakan tak ingin Presiden Joko Widodo (Jokowi) jatuh di tengah jalan. Menurutnya, jika Jokowi jatuh dan JK yang berkuasa, itu akan lebih bahaya lagi.

"Kami jujur saja, saya katakan sama Pak Jokowi, sama teman-teman Demokrat. Kami nggak ingin Pak Jokowi jatuh di tengah jalan. Kita ingin selamat sampai 2019. Kenapa? Kalau Pak Jokowi jatuh yang naik Pak Jusuf Kalla, lebih berbahaya lagi," tuturnya.


Alasannya, bakal berbahaya jika pengusaha merangkap penguasa. Menurutnya, nanti pada 2019, akan ada kompetisi yang demokratis.

"Ya peng-peng. Pengusaha merangkap penguasa gitu lho. Lebih berbahaya lagi. Jadi lebih bagus kita sabarkan hati. Udah kompetisi yang demokratis 2019," ucapnya.

Rizal Ramli Kritik Perindo: Jangan karena Ada Kasus Lalu Jilat JK

(haf/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed