detikNews
Kamis 19 Juli 2018, 09:18 WIB

PDIP soal Instruksi Habib Rizieq: Mereka Tak Paham Ideologi Kami

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
PDIP soal Instruksi Habib Rizieq: Mereka Tak Paham Ideologi Kami Kapitra Ampera jadi caleg PDIP. Foto: Denita Matondang-detikcom
Jakarta - Persaudaraan Alumni (PA) 212 merespons pencalegan Kapitra Ampera lewat PDIP dengan menegaskan komando Habib Rizieq Syihab. Ini tanggapan PDIP.

PA 212 di bawah komando Habib Rizieq Syihab tidak pernah akan mendukung siapa pun yang diusung kelompok penista agama, apalagi PDIP. Bahkan, Habib Rizieq menginstruksikan untuk menenggelamkan partai berlambang banteng itu.

"Mereka yang berusaha memusuhi PDIP sebenarnya adalah mereka yang tidak paham atau tidak mau meluangkan waktu membaca esensi ideologi partai kami, yaitu Pancasila 1 Juni 1945," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada detikcom pada Rabu 18 Juli 2018 malam hari.



Ideologi dari Pancasila tersebut diterjemahkan PDIP menjadi tiga poin utama. Poin tersebut yaitu cinta tanah air, cinta keadilan, dan cinta rakyat kecil.

"Esensi ini diterjemahkan ke dalam 3 karakter pokok, yaitu cinta tanah air, cinta keadilan dan cinta rakyat kecil. Kami yakin, 3 hal tersebut merupakan tugas orang-orang yang beriman dan bagian dari iman yang hidup," sebut Hendrawan.

Hendrawan mengatakan terus melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap ideologi partainya ke masyarakat. Dia mengaku bangga berada di PDIP karena sebagai pelaku sejarah dalam menjalankan ideologi Pancasila.

"Kami sering disalahpahami. Ini tantangan untuk semakin sering melakukan edukasi, sosialisasi dan klarifikasi kepada banyak kalangan. Kami bersyukur mendapat tugas sejarah untuk menjadi salah satu jangkar kebangsaan dan penjaga Pancasila," papar Hendrawan.


Terkait pernyataan PA 212 untuk 'menenggelamkan banteng', Hendrawan menilai hal itu sama saja dengan membubarkan NKRI dan Pancasila sebagai ideologi negara. Pihaknya mengatakan akan terus berada ideologi yang sama untuk menjalankan kepercayaan masyarakat.

"Istilah 'menenggelamkan banteng' bagi kami setara dengan lafal membubarkan NKRI yang telah bersepakat menjadikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Saat ini kami merupakan partai terbesar dan dinilai paling solid. Ini kami terima sebagai bentuk apresiasi dan kepercayaan masyarakat, yang sudah merupakan kewajiban bagi seluruh kader untuk menjaganya dengan gigih," ucap Hendrawan.
(fdu/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com