DetikNews
Rabu 18 Juli 2018, 22:44 WIB

Kejar-kejaran Saat OTT KPK, Orang Kepercayaan Bupati Labuhanbatu Buron

Haris Fadhil, Nur Indah Fatmawati - detikNews
Kejar-kejaran Saat OTT KPK, Orang Kepercayaan Bupati Labuhanbatu Buron Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta - Umar Ritonga (UMR), orang kepercayaan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap, berstatus buron. Umar Ritonga melarikan diri saat tim KPK hendak melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

"UMR tidak kooperatif. Di luar bank, tim menghadang mobil UMR dan memperlihatkan tanda pengenal KPK. UMR melakukan perlawanan dan hampir menabrak pegawai KPK yang sedang bertugas saat itu," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jaksel, Rabu (18/7/2018).

Upaya penangkapan dilakukan pada Selasa (17/7) saat Umar Ritonga keluar dari BPD Sumut mengambil duit suap dari pengusaha bernama Effendy Sahputra sebesar Rp 500 juta.



"Saat itu kondisi hujan dan sempat terjadi kejar-kejaran antara mobil tim KPK dan UMR, hingga kemudian diduga UMR berpindah-pindah tempat. Sempat pergi ke lokasi kebun sawit dan daerah rawa-rawa sekitar lokasi," sambung Saut.

KPK memberikan peringatan agar Umar Ritonga segera menyerahkan diri. Pihak-pihak yang mengetahui keberadaan Umar Ritonga diminta menghubungi KPK.

Bupati Labuhanbatu, Sumut, Pangonal Harahap sebagai tersangka penerima suap. Pangonal menjadi tersangka atas dugaan penerimaan suap dari pengusaha Effendy Sahputra terkait proyek-proyek di Labuhanbatu tahun anggaran 2018.

Selain Pangonal, Effendy dan Umar Ritonga ditetapkan sebagai tersangka.

"Diduga pemberian uang dari ES kepada PHH (Pangonal Harahap) terkait proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Labuhanbatu, Sumut, tahun anggaran 2018. Bukti transaksi sebesar Rp 576 juta dalam kegiatan ini diduga merupakan bagian dari pemenuhan dari permintaan Bupati sekitar Rp 3 miliar," papar Saut.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed