Jatam: Harga BBM Dikendalikan Asing Mulai November
Jumat, 29 Jul 2005 07:25 WIB
Jakarta - Kenaikan harga BBM sangat menyengsarakan rakyat, apalagi jika nantinya dikendalikan pihak asing. Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) memprediksi, perusahaan-perusahaan minyak lintas negara akan mengendalikan harga BBM di Indonesia, mulai November 2005."Dengan berakhirnya penyediaan BBM domestik oleh Pertamina hingga 23 November 2005, perusahaan-perusahaan seperti Shell, Caltex, Petronas, dan British Petrolium, akan menentukan harga BBM di Indonesia," ungkap Jatam, dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (29/7/2005).Hal ini bisa terjadi, karena pemerintah telah mengagendakan liberalisasi perdagangan BBM mulai November nanti. Sejak berlakunya UU Migas 22/2001, pemerintah bersama IMF dan Bank Dunia telah menata pasar terbuka di sektor hilir migas, dalam hal ini perdagangan BBM."Rakyat patut mencurigai kenaikan BBM sejak empat tahun terakhir yang merupakan pra kondisi pemerintah untuk membuka mekaniseme pasar bebas energi," tegas Jatam.Menurut Jatam, mekanisme pasar tidak akan berjalan jika harga BBM di dalam negeri tidak bersaing, atau lebih murah dibanding harga di luar negeri. "Oleh karenanya, pemerintah menghilangkan penyebab murahnya BBM, yakni subsidi BBM tersebut," jelas Jatam.Sementara itu, Jatam juga menyayangkan pernyataan pemerintah yang selalu berubah-ubah dalam menyikapi rencana kenaikan BBM. Tindakan dan upaya pemerintah dinilai hanya upaya sesaat untuk menenangkan rakyat saat krisis BBM."Pemerintah harus terbuka menjelaskan secara utuh agenda liberalisasi sektor hilir migas dan dampak-dampak yang ditimbulkannya ke depan. Jika tidak, krisis energi akan menjadi titik lemah rontoknya kepercayaan publik terhadap pemerintahan SBY," tukas Jatam.
(fab/)











































