DetikNews
Rabu 18 Juli 2018, 15:48 WIB

Soroti Manuver Prabowo ke Partai Lain, Mahfudz: PKS Harus Cawapres

Zunita Amalia Putri - detikNews
Soroti Manuver Prabowo ke Partai Lain, Mahfudz: PKS Harus Cawapres Mahfudz Siddiq (tengah). (Zunita AP/detikcom)
Jakarta - Safari politik Ketum Gerindra Prabowo Subianto ke tokoh-tokoh parpol disorot politikus PKS Mahfudz Siddiq. Mahfudz mengingatkan mulai ada suara miring terhadap Prabowo di lingkup internal PKS.

"PKS saya lihat berupaya memegang betul komitmen atau kesepahaman koalisi dengan Gerindra, sehingga membayangkan bahwa akan partner dengan partai lain itu kayak udah nggak ada ruang itu. Sementara kalau publik lihat, Pak prabowo juga membuka komunikasi lebih luas, bukan hanya PKS, tapi sama partai lain. Terus terang sebagian kalangan PKS ini emang jadi tanda tanya. Ini apakah Pak prabowo udah mulai nggak percaya sama PKS dan sudah mulai cari partner baru, ini emang jadi pertanyaan juga," ujar Mahfudz saat diskusi di KedaIKOPI di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/7/2018).


PKS, kata Mahfudz, harus memperkuat posisi tawar. Posisi cawapres pendamping Prabowo harus menjadi milik PKS.

"Saya belum tahu persis apa makna dari komunikasi politik Pak Prabwo yang ke partai-partai lain. Saya pikir ini yang harus jawab semuanya ini adalah PKS. Gimana jawabnya? Ya PKS harus perkuat posisi politiknya sehingga Pak Prabowo lebih mantap untuk meresmikan 'tunangan' antara Gerindra dan PKS," ujarnya.

"Jadi saya ingin garisbawahi kenapa PKS harus ngotot kalau koalisi Gerindra dan PKS ini diresmikan, PKS harus dapat kursi cawapres, karena investasi sabar PKS sudah panjang. Pilpres 2014 udah sabar cawapres nggak dipakai, Pilgub DKI PKS sabar, gubernurnya udah ada tapi nggak dipilih, terus terakhir Pilkada Jabar itu udah sabar PKS dapat wakil. Saya pikir di 2019 ini ya saatnyalah PKS dapat dividen, dividen apa? Ya kursi, cawapres," sambungnya.


Mahfudz juga mengungkapkan saat ini PKS juga telah mengerucutkan dua nama untuk Prabowo agar dijadikan cawapres.

"Kalau kita lihat tengahnya, 9 nama udah mengerucut 2 nama dan itu udah diakui, yaitu Aher dan Salim Segaf Aljufri, Ketua Majelis Syuro. Jadi sebenarnya bagi Pak Prabowo sudah berkurang pusingnya, dari 9 udah tinggal pilih 2," ucap dia.
(tor/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed