DetikNews
Rabu 18 Juli 2018, 15:24 WIB

Viral Video Ibu-ibu Dihipnotis Bule Singapura, Polisi Turun Tangan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Viral Video Ibu-ibu Dihipnotis Bule Singapura, Polisi Turun Tangan Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta - Rekaman video CCTV yang disebut-sebut sebagai upaya hipnotis terhadap seorang ibu jadi viral di media sosial. Peristiwa itu diduga terjadi di kawasan Jakarta Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya belum mendapatkan laporan terkait video tersebut. Meski demikian, polisi akan menyelidikinya.

"Iya saya cek (ada-tidaknya laporan soal hipnotis), polisi turun tangan, akan menyelidiki kejadian itu," kata Argo kepada detikcom, Rabu (18/7/2018).

Video soal hipnotis itu diunggah oleh seseorang bernama Nuril Farah Dhiya melalui akun Instagram-nya. Nuril mengaku sebagai anak wanita dalam video yang bernama Hannah (60) itu.

Peristiwa itu, menurut Nuril, terjadi pada Senin (16/7) sekitar pukul 09.30 WIB. Bermula saat Hannah keluar dari rumahnya di kawasan Kampung Baru, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat. Saat itu Hannah didatangi seorang pria yang mengaku dari Singapura. Pria itu berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan Hannah.

Pria itu lalu berpura-pura menanyakan alamat seorang ibu bernama Masitoh karena akan menyumbangkan uangnya untuk janda dan kaum duafa. Pria itu juga meminta tolong kepada Hannah untuk mengantarnya menukarkan uang.


"Jadi belum sampai diajak ke mobil bilang, 'Jadi saya datang dari Singapura, saya mencari alamat.' Jadi pertama kan nanya alamat dulu. Saya nggak tahu, kata ibu saya. Iya nih saya mau nganter koper isinya dolar mau disumbangin ke janda-janda sini, ke duafa, yatim," ujar Nuril menirukan percakapan Hannah dengan pria itu, saat dihubungi detikcom.

Saat Hannah sedang mengobrol dengan pria yang mengaku dari Singapura itu, muncullah seorang pria tua yang ikut membenarkan maksud kedatangan orang asing tersebut. Pria tua itu meminta Hannah mengantarkan orang asing itu ke bank untuk menukarkan uang.

"Saya rasa pas lagi saat itu entah mama saya ditepuk, apa dengan tatapan mata, apa gimana saya nggak ngerti, bapak-bapak itu bilang, 'Nah Ibu ini tolong bantu orang asing dia jauh nyari alamat tapi nggak tahu alamatnya. Dia mau nukerin uang, kita bantu aja yuk,' kata dia gitu. Ke Bank BRI gitu soalnya si orang asing itu bilang, 'Saya mau nukerin dolar ini nih ke Bank BRI,'" ujar Nuril.

Setelah itu, mobil berwarna putih datang ke dekat Hannah. Si orang asing juga menyebut sopir mobil itu adalah temannya. "Itu dia, itu masih komplotan dia. Orang asing itu bilang, kalau... 'Nah itu kebetulan temen saya tuh sopir di BRI. Terus ya sudah sama dia aja yuk,' akhirnya mama saya diajak masuk ke mobil," imbuhnya.

"Jadi sebelum naik ke atas mobil yang setengah tua bilang, iya dia bawa dolar banyak, dia itu raja minyak di Singapura kayak gitu," tambahnya.

Tonton juga 'Tamatnya Aksi Mamah Ica, Pelaku Hipnotis Siswi SD-SMP':

[Gambas:Video 20detik]


Singkat cerita, Hannah masuk ke mobil putih yang diduga menjadi alat kejahatan para pelaku hipnotis itu. Di dalam mobil, Hannah ditepuk berkali-kali oleh pria yang berasal dari Singapura. Hannah diajak berkeliling. Pria asing itu juga menanyakan kegiatan dan siapa saja yang berada di rumah Hannah.

Selain itu, pria dari Singapura tersebut menawarkan dolar yang dibawanya untuk ditukarkan. Pria itu menyebut satu lembar dolar yang dimilikinya seharga Rp 10 juta. "Ibu saya ditawarkan mau atau nggak dapat yang dengan untungnya Rp 50 juta dengan menukarkan dolar ini seharga satu lembar Rp 10 juta, diberikan 15 dolar dengan ibu saya harus memberikan uang Rp 40 juta," ujarnya.

Hannah saat itu mengaku tak membawa uang. Sehingga, dia yang masih terpengaruh hipnotis disuruh membawa KTP dan buku tabungan ke rumahnya. "Iya. Jadi udah tuh sampailah mereka, mama diturunin di ujung jalan dekat rumah. Karena mamaku bilang saya nggak bawa apa-apa ni, lalu dia bilang, 'Ya sudah ibu bawa aja KTP, buku tabungan, sama ATM-nya,'" urainya.

Nuril mengatakan kakaknya sedang berada di rumah saat Hannah datang. Namun saat ditanya kakaknya, Hannah tak menjawab dan buru-buru ke luar rumah. "Karena di rumah saya sebenarnya ada abang saya yang mau keluar, tapi kata abang saya mama buru-buru banget bawa buku tabungan segala macam. Ditanya itu benar-benar langsung kabur. Pas dikejar udah nggak ada. Habis itu sampai di tengah jalan mama lupa PIN-nya, dia balik lagi ke rumah, sampai tiga kali masuk ke dalam rumah," sambungnya.

Hannah lalu diajak ke bank yang berada di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pelaku juga sempat mendampingi Hannah mengambil uang dan aksinya terekam CCTV. "(Pelaku) sampai masuk, ada CCTV-nya dari luar dia masuk," tuturnya.

Setelah uang diambil, Hannah kemudian diajak lagi ke mobil. Dia yang masih terpengaruh hipnotis menyerahkan uang sebesar Rp 40 juta kepada pelaku. Selain itu, perhiasan Hannah turut diambil pelaku.

"Iya. Jadi di dalam mobil itu, mama dibilang gini, 'Buat kenang-kenangan, dua cincin di tangan Ibu buat saya saja,' dikasih dua lembar dolar lagi, mama terima 15 dolar. Jadi kemungkinan bisa 45 jutaan," imbuhnya.

Hannah selanjutnya diturunkan oleh para pelaku di Jalan Panjang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dia diberi uang Rp 300 ribu oleh pelaku. Nuril mengatakan keluarganya saat ini berencana melaporkan kejadian itu ke polisi.


Viral Video Ibu-ibu Dihipnotis Bule Singapura, Polisi Turun Tangan

(knv/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed