14 Ribu PNS Jabar Diminta Sukarela Diperiksa HIV/AIDS
Jumat, 29 Jul 2005 01:41 WIB
Bandung - Kasus penderita penyakit mematikan HIV/AIDS di Jawa Barat semakin meningkat. Untuk itu, Pemprov Jabar akan meminta 14 ribu pegawainya mengikuti pemeriksaan HIV/AIDS secara sukarela."Langkah ini diambil untuk mengetahui secara pasti berapa jumlah penderita HIV/AIDS di kalangan pejabat Pemprov Jabar," kata Wakil Gubernur Jabar Nu'man Abdul Hakim di Gedung Sate, Jl. Diponegoro, Bandung, Kamis (28/7/2005)."Ini bukan instruksi, hanya imbauan saja. Pemeriksaan bisa dilakukan di rumah sakit. Selain itu, penanganan harus ditangani secara struktural oleh kepala daerah," lanjut Nu'man.Jika program ini berhasil, diharapkan stigmatisasi buruk terhadap penderita HIV/AIDS bisa berkurang. Masyarakat diharapkan tidak perlu takut lagi untuk bergaul dengan para penderita HIV/AIDS.Tindakan tersebut juga dapat memacu mengurangi penyebaran HIV/AIDS lebih luas lagi di masyarakat. "Tidak perlu dibuat Perda khusus seperti di Jawa Timur. Itu melanggar hak asasi seseorang. Tapi kalau ada kasus pegawai yang sakit dan tak sembuh-sembuh, itu harus segera diperiksa," ujarnya.Berdasarkan data pada bulan Juni 2005, penderita HIV/AIDS di Jabar mencapai 1.310 orang, dengan penderita Aids sebanyak 1.042 orang dan penderita HIV 268 orang. Virus ini juga telah memakan korban sebanyak 29 orang di Jabar.Saat ini, Pemprov Jabar telah menyediakan anggaran sebesar Rp 2,5 milyar untuk penangan HIV/AIDS. Dana ini digunakan untuk pembangunan pusat rehabilitasi dan kampanye masalah HIV/AIDS di Jabar.Data penderita HIV/AIDS di Indonesia pada Juni 2005 mencapai 7.098 orang, dengan jumlah penderita AIDS 3.358 orang dan penderita HIV 3.740 orang. Selama April hingga Juni 2005 terjadi lonjakan penambahan penderita baru sebanyak 309 orang. Penderita HIV/AIDS terjadi pada masa usia produktif 20 hingga 39 tahun.
(fab/)











































