DetikNews
Rabu 18 Juli 2018, 12:13 WIB

Tol Japek Ditutup, Dishub Bekasi Siapkan Personel di Jalur Alternatif

Isal Mawardi - detikNews
Tol Japek Ditutup, Dishub Bekasi Siapkan Personel di Jalur Alternatif Kadishub Kota Bekasi Yayan Yuliana/Foto: Isal Mawardi-detikcom
Bekasi - Penutupan Tol Jakarta-Cikampek yang dimulai sejak Selasa (17/7) kemarin diprediksi berimbas terhadap kinerja lalu lintas di jalur alternatif. Untuk mengantisipasi kemacetan di jalur alternatif ini, Dinas Perhubungan Kota Bekasi menyiapkan personel untuk mengatur lalu lintas.

"Kita kan memang tidak ada lagi jalan alternatif yang lain ya, jalan arteri yang ada hanya itu-itu saja yang difungsikan. Paling kita membantu dengan menempatkan personel-personel kita, baik Dishub maupun Satlantas Polres, untuk mengurai terjadinya kepadatan di titik-titik yang mungkin terjadi macet," jelas Kadishub Kota Bekasi Yayan Yuliana di kantornya, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (18/7/2018).

Adapun, jalur arteri yang diprediksi akan macet sebagai imbas penutupan Tol Jakarta-Cikampek ini yakni di Jalan KH Noer Ali. Jalan tersebut merupakan akses pengguna tol yang keluar dari GT Jatibening atau GT Jatiwaringin.

"Kedua, orang (keluar) dari Jalan Ngurah Rai, ada yang mungkin ke Pulogadung atau ada yang dari Bogor, dari Tol JORR kan mereka masuk-keluar dari simpang susun Jatibening, karena di situ nggak boleh, bisa aja keluar dari Jatiasih," tuturnya.


Ruas Tol Jakarta-Cikampek mulai ditutup pada Selasa (17/7) kemarin. Penutupan dilakukan berkaitan dengan adanya pengerjaan Tol Jakarta-Cikampek Elevated.

Tol Jakarta-Cikampek Elevated adalah jalan tol layang yang pekerjaannya dilakukan tepat di atas jalan tol Jakarta-Cikampek yang saat ini sudah beroperasi. Sehingga, bila ada pekerjaan konstruksi yang tergolong berisiko tinggi, maka lalu lintas jalan tol Jakarta-Cikampek perlu mendapat penanganan khusus agar tidak membahayakan pengendara yang melintas di bawahnya.

Penutupan ini dilakukan hingga Desember 2018, mengingat perkiraan pengerjaan selesai pada bulan tersebut. Penutupan dilakukan di 6 lajur secara bertahap.

"(Penutupan) diperkirakan sampai Desember ya kalau lebih cepat ya lebih bagus juga. Pembangunan jalan tol elevated itu kan perlu spesifikasi, pekerjaan yang berisiko tinggi, makanya ada penutupan," tuturnya.



(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed