"Saya membantah, kalau disebut-sebut ada yang pingsan saat aksi demo terjadi. Kita tidak ada melakukan pemukulan, atau menginjak-injak sebagaimana yang ditudingkan kepada kami," kata Kasatpol PP Kampar, Hambali dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (18/7/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka saat itu masih terus bertahan di Kantor Bupati Kampar. Ya tak masalah buat kami," kata Hambali.
Siang harinya, kata Hambali, Sekda sudah selesai melakukan kunjungan kerja dan kembali ke Kantor Bupati. Saat itu terjadi dialog yang tidak membuahkan hasil.
"Ketika pertemuan pendemo dengan Sekda, saya tidak berada di lokasi. Saat itu Sekda telepon saya, suruh datang, karena khawatir akan terjadi anarkis. Dan saya pun datang," kata Hambali.
Ketika itu, kata Hambali, situasi memang memanas. Tak lama, salah satu koordinator lapangan, mengambil spanduk yang ujungnya diikat dengan tali untuk menutup pintu masuk Kantor Bupati.
"Saat mereka akan menutup akses pintu masuk ini, tentu tidak kita terima. Mereka kita paksa mundur dengan dorongan, tidak ada kami memukul, menendang atau menginjak-injak mereka. Silahkan lihat sendiri video yang beredar itu. Kita hanya memaksa mereka mundur, karena sudah menghalangi akses masuk," kata Hambali.
Soal tudingan dua pendemo jatuh pingsan, menurut Hambali, pihaknya sudah cek ke RSUD dimana keduanya dirawat. "Kata RSUD, tidak ada yang pingsan," kata Hambali.
Menurut Hambali, peristiwa itu sengaja dibesar-besarkan. Tapi dia mengaku tak masalah. Karena Satpol PP hanya menjalankan tugas semata.
"Kalau kami dilaporkan ke Polres Kampar, itu hak mereka. Tapi kami tidak melaporkan balik," kata Hambali.
Masih menurut Hambali, para demonstran juga telah merusak pintu masuk. Selain itu Hambali juga menduga pendemo merusak kaca di kantor Bupati.
"Mereka juga merusak fasilitas kantor Bupati Kampar. Pun begitu, kita tidak melaporkan ke polisi," tutup Hambali. (cha/rvk)











































