DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 20:45 WIB

JK Dorong Lembaga Dakwah NU Lahirkan Dai yang Bisa Diklarifikasi

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
JK Dorong Lembaga Dakwah NU Lahirkan Dai yang Bisa Diklarifikasi Wapres JK bertemu dengan Lembaga Dakwah NU. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama melahirkan dai yang dapat diklarifikasi masyarakat terkait isu radikalisme hingga terorisme. Menurut JK, spirit masyarakat saat ini menunjukkan sisi positif.

"Kunjungan Lembaga Dakwah PBNU kepada Pak Wapres mengenai rakernas, karena rakernas ini menjadi penting, karena Pak Wapres bilang bahwa spirit masyarakat untuk beragama sekarang menunjukkan sisi positif, tetapi juga ada sebagian kecil yang justru memanfaatkan itu untuk menyebarkan hate speech, isu tentang toleransi, radikalisme, bahkan terorisme," ujar Ketua Lembaga Dakwah PBNU Maman Imanulhaq setelah menemui JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018).

Untuk itu, JK memandang perlu bagi Lembaga Dakwah PBNU mengeluarkan database dan mengidentifikasi para dai yang dapat diklarifikasi terkait hate speech, isu toleransi, radikalisme, hingga terorisme.

"Makanya, beliau (JK) mengatakan Lembaga Dakwah PBNU, pertama, harus mengeluarkan database yang mengidentifikasi para dai di tiap wilayah sampai ke tingkat bawah, tingkat desa, dan dai-dai harus mempunyai klarifikasi," kata Maman.


Pertama, setiap dai, dikatakan Maman, harus memiliki pemahaman keislaman sebagai spirit untuk transformasi dan perdamaian. Dai juga harus memahami keindonesiaan, dan kemanusiaan.

"Beliau pun memberi kami advice agar menguasai media sosial karena peperangan kita ada di battle of online media sosial. Sehingga para kiai, para ustaz, di Lembaga Dakwah PBNU yang memang mengakar sampai tingkat kampung, desa, tidak sekadar memahami materi keislaman, tetapi juga bagaimana itu bisa diakses oleh masyarakat secara luas, terutama anak-anak muda," ungkapnya.

Maman mengungkapkan, menjelang Pemilu dan Pileg 2019, Lembaga Dakwah PBNU hendak memberikan pemahaman kepada pemimpin-pemimpin keagamaan agar memiliki perspektif kebangsaan yang kuat. Selain itu, Lembaga Dakwah PBNU juga akan akan masuk ke partai politik untuk memberikan pemahaman.

"Kedua, anak-anak muda itu kan punya semangat untuk mengajari agama, tetapi kadang-kadang salah guru, bertanya kepada yang salah, akhirnya menjadi salah. Yang ketiga adalah kandidat partai politik, makanya Lembaga Dakwah PBNU pun akan masuk partai apa pun," jelasnya.


Kepada partai politik, Lembaga Dakwah NU akan memahamkan bahwa politik untuk kemaslahatan. Politik bukan untuk politik identitas, SARA, dan bukan memanfaatkan agama untuk memecah-belah bangsa.

"Dan yang terakhir, beliau juga setuju juga Lembaga Dakwah PBNU akan punya gedung dakwah, tempat orang, pertama, mendapat informasi yang benar tentang Islam Indonesia, Islam nusantara, Islam moderat, dan Islam toleran," tuturnya.

"Yang kedua, tempat itu merupakan tempat sebagai kaderisasi di mana kita akan memberikan materi kepada para dai. Itu tidak sekadar masalah keislaman keagamaan, tapi bagaimana pemerintah, dakwah, ekonomi, syariah, pariwisata juga penguatan anak-anak muda," lanjutnya.
(nvl/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed