DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 18:53 WIB

Kombes Susanto, Anak Loper Koran yang Jadi Kapolres

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kombes Susanto, Anak Loper Koran yang Jadi Kapolres Foto: Kombes Susanto (chaidir/detikcom)
Pekanbaru - Kombes Susanto dua tahun menjabat Kapolresta Pekanbaru dari 2016 hingga 2018 menores sejumlah prestasi. Anak penjualan loper koran ini mendapat penghargaan dari peraih zona integritas hingga juara 1 Polisi Masyarakat (Polmas) Nasional.

Hujan lebat mengguyur kota Pekanbaru yang biasanya sejumlah jalan protokol tergenang air. Langganan bajir ini biasanya di ruas Jl Sudirman, di depan RS Awal Bros atau di kawasan Panam, Tampan.

Hujan sore hari itu airnya menggenangi Jl Sudirman, membuat macet tak ketulungan. Apa lagi waktunya bersamaan saat pulang jam kantor. Air yang menggenang membuat kendaraan dua arah di jalan protokol itu terjadi antrean panjang.

Kendaraan yang melintas di genangan air setinggi lebih dari 30 cm, harus berjalan lambat. Ini belum lagi imbas dari kendaraan jenis sedan atau motor yang mogok.

Di saat kendaraan terjebak macet, sejumlah anggota Polantas Pekanbaru turun ke lapangan untuk mengatur lalu lintas atau mengalihkan kendaraan.

Tak sungkan bagi Kombes Susanto untuk ikut turun bersama anak buahnya mengurai kemacetan. Dengan pakaian mantel hujan milik kepolisian, Santo, begitu sapaan akrabnya turut membantu mendorong kendaraan yang mogok. Penampakan orang nomor satu di jajaran Polresta Pekanbaru bukan sekali dua kali. Acap kali dia turun langsung ke lapangan bersama anggotanya.

Santo jebolan AKABRI 1993 itu, menjabat sebagai Kapolresta Pekanbaru pada 14 November 2016 lalu. Hampir dua tahun menjabat, Santo telah mengantarkan Polresta Pekanbaru mendapat sejumlah penghargaan.

Pada Desember 2017 lalu, Polresta Pekanbaru mendapatkan penghargaan predikat Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Prestasi ini diberikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Asman Abnur. Penyerahan ini berketepan dengan Hari Anti Korupsi Internasional di Jakarta.

Pada awal tahun 2018, di bawah tampuk pimpinan mantan Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya ini, lagi-lagi Menpan RB memberikan penghargaan role model penyelenggara pelayanan publik. Penilaian ini hasil evaluasi terhadap 72 kabupaten dan kota yang menerapkan hal yang sama.

Tentunya apa yang diraih ini, tidak terlepas kerja keras jajaran Polresta Pekanbaru dalam mewujudkan integritas dan pelayanan yang terbaik dan mudah untuk masyarakat. Penilaian pelayanan publik terbaik ini, merupakan evaluasi MenpanRB di tahun 2017 yang diberikan penghargaanya di tahun 2018. Penilaian itupun tanpa diketahui jajaran Polresta Pekanbaru.

Pada Desember 2017 lalu, dari hasil penilain seluruh jajaran Polres/Polresta/Poltabes se-Indonesia, terkait program Polisi Masyarakat (Polmas), Polresta Pekanbaru mendapatkan award dari Kapolri, Jenderal Tito Karnavian.

Polresta Pekanbaru meraih juara satu bidang Polmas di mana Bhabinkamtibmas, Bripka Ilham Nur menjadi contoh pelayanan terbaik di bawah pembinaan Santo, begitu sapaan akrabnya Kapolresta Pekanbaru itu. Bhabinkamtibmas di Pekanbaru itu mendapat penilaian tertinggi 891,3 menyisahkan jarak poin sebanyak 10 Polres se Indonesia.

Ada hal yang nyentrik lagi selama ayah dari satu orang anak ini menjabat Kapolresta. Dia bersama jajarannya membuat program 'Jumat Barokah'. Progam ini merupakan jembatan tali kasih ke masyarakat kurang mampu yang ada di Pekanbaru.

Santo bersama jajarannya, terutama didampingi Waka Polresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi selalu seiring sejalan dalam menjalankan Jumat Barokah. Dengan bermodalkan pemberian bantuan dalam bentuk sembako, mereka mendatangi warga yang tak mampu.

Untuk menentukan siapa gerangan warga yang ada menerima bantuan dari Polresta Pekanbaru, tentunya merupakan rekomendasi dari Bhabinkamtibmas yang menjadi ujung tombak di tengah masyarakat.

Kedatangan para pemimpin di Polresta Pekanbaru ini, selalu disambut haru oleh warga. Sasaran utamanya, warga tak mampu dan orang tua lanjut usia. Mereka yang menerima bantuan, kadang menetaskan air mata karena merasa haru didatangi para petinggi di Polresta Pekanbaru. Program ini selalu dilaksanakan setiap hari Jumat.

Walaupun yang diberikan sekedar membantu meringankan warga tak mampu, namun itu sebagai ujud kepedulian jajaran Polresta Pekanbaru.

Suami dari Ny Mely M Silviano SIP merupakan kelahiran 12 Februari 1971 silam di Tanjung Karang, Provinsi Lampung. Santo, bukanlah anak yang terlahir dari keluarga yang berada. Dia lahir dari keluarga kebanyakan.

Ayahandanya (almarhum), Haris Munandar dan ibunya (almarhumah) Nurjanah hanya seorang loper koran di Lampung. Hasil jualan koran inilah untuk menghidupi keluarganya.

Tamatan SMA 2 Bandar Lampung ini, awalnya tak punya niat ingin masuk AKABRI. Niatan itu muncul, ketika Santo menemani kakak kelasnya mendaftar AKABRI ke Korem 034 Garuda Hitam di Bandar Lampung.

"Gara-gara menemani kakak kelas, saya jadi berfikir untuk ikut daftar AKABRI. Setelah lulus SMA, diam-diam saya daftar AKABRI ke Korem," kata Santo.

Tanpa sepengetahuan kedua orangtunya, Santo secara diam-diam memenuhi segala persyaratan untuk bisa masuk AKABRI. Sebab, sang ayah waktu itu hanya ingin anaknya bekerja di swasta. Tak terpikir untuk memasukan anaknya ke AKABRI karena kondisi ekonomi juga yang paspasan.

"Setelah lulus seleksi di Korem, akhirnya saya harus melanjutkan proses selanjutnya di Magelang. Saat mau berangkat ke Magelang, barulah saya jelaskan semuanya, akhirnya orang tua mendukung. Saya cuma dikasih uang untuk berangkat waktu itu hanya Rp 500 ribu. Awalnya saya ingin jadi penerbang," kenang Santo.

Sekali pun banyak prestasi yang diraih, bagi Santo semua itu harus menjadi pemicu semua anggota Polresta Pekanbaru untuk tetap memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Dia tak menampik, masih ada juga kekurangan di sana-sini bagi anggotanya atau kepemimpinanya.

"Tapi kita harus tetap memberikan yang terbaik selama bertugas, yang penting ihklas," kata Santo.

Selaku pimpinan, dia juga tak sungkan bila ada anggotanya yang melabrak aturan. Terutama lagi bagi anggota yang terlibat dalam peredaran narkoba. Baginya, tak ada ampun bagi pengguna, apa lagi pengedar narkoba. Selama kepemimpinanya, ada 4 anggota yang harus diberhentikan secara tidak hormat karena terlibat narkoba.

"Sebagian lagi tentunya ada yang kita bina. Tapi kalau sudah dibina juga tak bisa berubah juga, tak ada ampun lagi, pecat," kata Santo.

Pria berdarah Jawa ini, tentunya tak lama lagi akan berpindah tugas. Dia pun berpesan, kelak siapapun juniornya yang menduduki jabatan Kapolresta Pekanbaru untuk tetap meneruskan apa yang sudah diraih selama ini.

"Apa yang sudah diraih Polresta Pekanbaru, ke depan harus tetap dijaga reputasinya. Ini bukan keperhasilan saya semata, ini semua keberhasil bersama Polresta Pekanbaru," tutup Santo.


Tonton juga video: 'Depan Jokowi, Polri Klaim Sukses Tingkatan Kepercayaan Publik'


(cha/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed