Komplotan Ini Begal Motor buat Beli Rokok hingga Mabuk-mabukan

Komplotan Ini Begal Motor buat Beli Rokok hingga Mabuk-mabukan

Yuni Ayu Amida - detikNews
Selasa, 17 Jul 2018 16:50 WIB
Komplotan Ini Begal Motor buat Beli Rokok hingga Mabuk-mabukan
Foto: Yuni Ayu/detikcom
Jakarta - Polisi menangkap lima anggota komplotan begal motor di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Para pelaku merampok untuk berfoya-foya dan mabuk-mabukan.

Kelima pelaku adalah IAF (20), RF (22), AS (20), JP (19), dan NF (16). Satu pelaku masih diburu polisi.

"Kita sudah berhasil mengamankan lima orang, satu dalam pengejaran karena melarikan diri," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar kepada wartawan di kantornya, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (17/7/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelima pelaku memiliki peran masing-masing, di antaranya eksekutor yang menodong korban hingga menakut-nakuti korban serta joki. Para pelaku melakukan aksi begal itu di depan Montessori School, Jalan Durian, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada 8 Mei 2018. Kelimanya baru tertangkap pada 13 Juli 2018.

Komplotan begal dibekuk polisiKomplotan begal dibekuk polisi. (Yuni Ayu/detikcom)


"Para pelaku memepet korban dan menodongkan senjata tajam kepada korban dan menyuruhnya berhenti. Korban karena takut, lalu berhenti dan meninggalkan motornya," imbuh Indra.

Para pelaku mengaku sudah melakukan aksinya sebanyak 10 kali, 7 kali di Depok dan 3 kali di Jakarta. Mereka menyasar korban di tempat-tempat yang sepi pada malam hingga dini hari.

"Mereka beroperasi subuh, di kala masih agak sepi, nah itu yang dia lihat potensi kira-kira bisa dirampok, ya dirampok," cetusnya.

Motor hasil kejahatan para pelaku kemudian di-posting di Facebook tersangka JP. Motor dijual dengan harga Rp 1.100.000.

Uang hasil kejahatan itu kemudian dibagi-bagikan ke masing-masing pelaku. Para pelaku menggunakan uang hasil kejahatan untuk berfoya-foya.

Pelaku menggunakan celurit untuk menodong korbanPelaku menggunakan celurit untuk menodong korban. (Yuni Ayu/detikcom)

"(Buat) beli rokok Pak," kata tersangka AS saat ditanya soal uang hasil kejahatan.

Ada pula yang mengaku menggunakan uang hasil kejahatan untuk jajan. Lainnya ada yang menggunakan uang tersebut untuk mabuk-mabukan.

"Iya Pak (buat beli minuman)," kata JP.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Stefanus Michael Tamuntuan mengatakan, sebelum melakukan aksinya, para pelaku berkumpul terlebih dahulu di Setu Mangga Bolong, Jagakarsa, Jaksel.

"Kaptennya itu IAF," ujar Stefanus.

IAF dan JP terpaksa ditembak di bagian kaki karena melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap. Kelima pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Dua orang pelaku ditembak kakinya karena melakukan perlawananDua pelaku ditembak kakinya karena melakukan perlawanan. (Yuni Ayu/detikcom)

(mea/mea)


Berita Terkait