DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 15:59 WIB

JK: Cawapres Jokowi Harus Tambah Suara 15% di Pilpres

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
JK: Cawapres Jokowi Harus Tambah Suara 15% di Pilpres Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi nama-nama yang muncul sebagai kandidat cawapres Joko Widodo (Jokowi). JK kembali menegaskan, sosok cawapres Jokowi harus menambah suara Jokowi saat Pilpres 2019.

"Kriteria pertama adalah siapa yang bisa menambah suaranya pasangan (Jokowi)," ujar JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018).


"Ya pokoknya harus menambahnya, minimum 15 persen begitu," tuturnya.

JK pun menepis rumor jika Jokowi disebut kekurangan suara dari pemilih kalangan Muslim. Menurut JK, di Pilpres 2014 dirinya bersama Jokowi mampu meraup sebagian besar pemilih Muslim.

"Tidak lah (Jokowi kekurangan pemilih Muslim), kalau dulu saya dan Pak Jokowi kan dipilih 70 juta orang. Itu kan berarti sebagian besar Islam tentunya, karena penduduk makin banyak. Tidak juga, tidak bisa dikatakan penduduk Muslim tidak mendukung seperti itu," katanya.


JK pun mengingatkan, pemilih pada Pemilu, khususnya Pilpres 2019 memilih berdasarkan faktor kebersamaan dan kesamaan. Termasuk terkait pemilih Jawa dan luar Jawa.

"Di mana-mana orang memilih sesuai kebersamaannya, kesamaanyadan, juga kedekatannya, banyak. Jadi bukan relevan dan tidak relevan, tapi penduduk di Jawa kan 60 persen, kalau sama saja rata pemilihan di indonesia, ya pasti siapa yang bisa terpilih di jawa itu sudah 60 persen suara," jelasnya.

Sebelumnya, Jokowi menyebut sudah mengerucutkan lima nama yang akan dipertimbangkan sebagai cawapresnya. Di sisi lain, Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) membeberkan 10 nama kandidat cawapres Jokowi. Rommy memastikan tidak ada nama lain lagi yang akan muncul.

"Tidak akan keluar dari 10 nama itu," ujar Rommy dalam wawancara dengan CNN Indonesia yang dikutip detikcom, Selasa (17/7).

Berikut daftar 10 kandidat cawapres Jokowi yang diungkap Rommy (bukan urutan):

1. Ketum PPP Romahurmuziy
2. Ketum PKB Muhaimin Iskandar
3. Ketum Golkar Airlangga Hartarto
4. Menkeu Sri Mulyani
5. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
6. Ketum MUI Ma'ruf Amin
7. Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin
8. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko
9. Anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud Md
10 Pengusaha Chairul Tanjung
(nvl/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed