DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 11:52 WIB

Angka Kemiskinan Terendah RI, Golkar: Ini Pembuktian Jokowi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Angka Kemiskinan Terendah RI, Golkar: Ini Pembuktian Jokowi Wasekjen Partai Golkar M Sarmuji (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan per Maret 2018 yang sebesar 9,82% menjadi paling rendah sepanjang sejarah. Golkar menyebut pencapaian ini juga untuk menjawab kritik terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar M Sarmuji mengatakan selama ini banyak kritik dan anggapan bahwa Jokowi tak memperhatikan sektor yang berkaitan langsung dengan rakyat. Mereka yang mengkritik dirasanya selalu menyebut Jokowi hanya fokus pada pembangunan infrastruktur.

"Ini pembuktian. Selama ini kan ada banyak anggapan bahwa Pak Jokowi tidak memperhatikan sektor yang berkaitan langsung dengan rakyat. Hanya berorientasi pada infrastruktur dan sebenarnya infrastruktur itu juga untuk kepentingan rakyat juga. Tetapi kritiknya kan seolah-olah seperti itu. Itu tidak benar," kata Sarmuji di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2018).


Sarmuji menjelaskan pencapaian ini merupakan kombinasi bauran kebijakan yang tepat dari pemerintah. Misalnya, kebijakan terkait penyerapan tenaga kerja, menjaga inflasi supaya tetap rendah, hingga penggunaan dana desa.

"Jadi ini merupakan hasil dari kebijakan yang tidak tunggal. Tapi bauran kebijakan yang tepat," kata Sarmuji.

Sarmuji yakin pencapaian ini akan berpengaruh terhadap elektabilitas Jokowi pada Pilpres 2019. Ia yakin masa depan kemenangan Jokowi untuk meraih kursi presiden akan semakin cerah.


"Pasti punya pengaruh terhadap elektabilitas Pak Jokowi," ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan per Maret 2018 yang sebesar 9,82% menjadi paling rendah sepanjang sejarah.

Hal itu diungkapkan Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers neraca perdagangan Juni 2018. Dia mengatakan angka kemiskinan per Maret tahun ini menjadi single digit.

"Apakah ini yang terendah, iya (terendah), bisa saya sampaikan kalau dilihat pada tahun Maret 2011 itu persentasenya 12,49%," kata Suhariyanto di kantor BPS pusat, Jakarta, Senin (16/7).
(mae/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed