DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 10:32 WIB

Siapa yang Ngadu ke KASN soal Pergantian Wali Kota DKI?

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Siapa yang Ngadu ke KASN soal Pergantian Wali Kota DKI? Pelantikan wali kota di DKI (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Pergantian wali kota di DKI diselidiki oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) atas aduan pihak yang keberatan. Siapa yang mengadu?

KASN memulai penyelidikan dengan memanggil pengadu dan teradu. Komisioner KASN Bidang Pengaduan dan Penyelidikan Sumardi telah memanggil Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI. Pihaknya masih menunggu dokumen mengenai pergantian wali kota tersebut.

"Plt-nya Kepala BKD, kami mintai keterangan sudah datang juga. Tapi memang kan ini tapi dokumen belum disertakan semua. Kita tunggulah," kata Sumardi, saat dihubungi, Senin (16/7/2018).



Namun yang masih menjadi misteri adalah pihak pengadu. Sumardi enggan mengungkap lebih lanjut pihak yang keberatan tersebut.

"Adalah yang mengadu. Ada toh yang keberatan, masak nggak ada," jelas Sumardi.

Pelantikan wali kota yang diadukan ini berlangsung pada Kamis (5/7). Dalam pergantian itu, Mangara Pardede digantikan Bayu Megantara sebagai Wali Kota Jakpus. Husein Murad digeser dari jabatan Wali Kota Jakut ke Bupati Kepulauan Seribu.

Posisi Anas Effendi sebagai Wali Kota Jakbar digantikan Rustam Effendi. Posisi Wali Kota Jaksel yang semula diisi Tri Kurniadi digantikan Marullah. Ada pula Bambang Musywardana digeser dari jabatan Wali Kota Jaktim dan digantikan M Anwar.



Para wali kota ini punya cerita sendiri saat dicopot Gubernur DKI Anies Baswedan. Bambang Musywardana mengaku ditelepon melalui WhatsApp, tapi bukan dari nomor Anies.

"Dia (Anies) anu (telepon), malam, pukul 21.00 WIB itu, intinya saya cerita waktu telepon, ya. Nomornya lain," kata Bambang saat dihubungi detikcom, Senin (16/7) malam.

Anies mengatakan akan mencopotnya dari jabatan Wali Kota Jakarta Timur. Namun saat itu Anies tidak memberi tahu siapa pengganti Bambang.

"Besok akan dilakukan percepatan pelantikan wali kota. Besok semua, Pak Bambang kita ganti," ucap Bambang mencontoh kalimat Anies.



Ada pula cerita Tri Kurniadi. Saat dicopot dari posisi Wali Kota Jaksel, dia mengaku tidak pernah dibikinkan berita acara pemeriksaan oleh pemerintahan Anies.

"Nggak pernah (peringatan soal kinerja), nggak pernah. Tanya saja semua, nggak pernah. Ditelepon doang," kata Tri saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (16/7).



KASN tidak hanya memeriksa pergantian wali kota, tapi juga kepala dinas dan SKPD. Jadi, siapa yang mengadu ke KASN soal perombakan di era Anies ini?
(imk/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed