DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 07:31 WIB

Kronologi OTT Eni Saragih Hingga Rumah Dirut PLN Digeledah KPK

Haris Fadhil - detikNews
Kronologi OTT Eni Saragih Hingga Rumah Dirut PLN Digeledah KPK Eni Saragih (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - KPK mengamankan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT). Setelah memeriksa dan menetapkan Eni sebagai tersangka, KPK melakukan sejumlah penggeledahan salah satunya di rumah Dirut PLN Sofyan Basir.

Awal mula rangkaian peristiwa ini terjadi pada Jumat (13/7/2018) kemarin. Saat itu, Eni yang tengah berada di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham untuk menghadiri undangan acara ulang tahun anaknya ditangkap KPK.


Saksikan juga video 'KPK Tangkap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih':

[Gambas:Video 20detik]



Eni langsung dibawa ke Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan untuk diperiksa secara intensif. Setelah melakukan pemeriksaan hingga 1x24 jam KPK menetapkan Eni dan pengusaha Johannes B Kotjo sebagai tersangka kasus dugaan suap terkati proyek PLTU Riau-1.

Berselang sehari setelah penetapan status tersangka Eni, KPK menggeledah rumah Sofyan Basir. Berikut kronologinya:

13 Juli 2018
Tim mengidentifikasi adanya penyerahan uang dari sekretaris Johannes Budisutrisno Kotjo atau JBK (tersangka penyuap Eni) ke Tahta Maharaya (TM) sebesar Rp 500 juta. TM merupakan staf sekaligus keponakan Eni.

Pukul 14.27 WIB
TM diamankan KPK di parkiran basement kantor Graha BIP. Uang Rp 500 juta diamankan dalam pecahan Rp 100 ribu. Uang tersebut dibungkus amplop cokelat dan dimasukkan kantong plastik hitam.

Pukul 14.30 WIB
KPK mengamankan sekretaris JBK bernama Audrey Ratna (ARJ) di ruang kerjanya di lantai 8 Graha BIP. Kemudian dari rumah ARJ tim mengamankan dokumen tanda terima penyerahan uang Rp 500 juta ARJ ke TM. Setelah itu JBK turut diamankan di ruang kerjanya di Graha BIP bersama pegawai dan sopir JBK.

Pukul 15.21 WIB
KPK mengamankan Eni di rumah Mensos Idrus Marham di Widya Chandra bersama sopirnya.


Pukul 16.30 WIB
Seorang staf Eni diamankan di Bandara Soekarno-Hatta.

14 Juli 2018
sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, tim mengamankan 3 orang lain yaitu suami Eni, dan 2 staf Eni. Ketiganya diamankan di rumah Eni di kawasan Larangan, Tangerang.

Pukul 20.00 WIB
KPK mengumumkan Eni dan Johannes sebagai tersangka dugaan suap terkait proyek PLTU Riau-1. Dia diduga menerima duit Rp 4,5 miliar dari Johannes terkait proyek itu. KPK mengatakan duit yang diamankan saat OTT diduga pemberian keempat.

Pukul 21.37 WIB
KPK menahan Johannes. Menurut Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Johannes ditahan selama 20 hari pertama. Dia ditahan di rutan Gedung KPK C1, Jakarta Selatan.

Pukul 22.25 WIB
KPK menahan Eni Maulani Saragih. Eni keluar dari Gedung KPK, Sabtu (14/7/2018) mengenakan kerudung hitam dan baju garis hitam putih yang telah terbalut rompi oranye tahanan KPK. Eni yang keluar tampak membawa tas oranye langsung menuju mobil tahanan.

15 Juli 2018
KPK menggeledah rumah pribadi Dirut PLN Sofyan Basir. Penggeledahan itu untuk mencari bukti kasus dugaan suap terkait proyek PLTU Riau-1. Hasilnya, KPK menyita dokumen dan rekaman CCTV dari rumah Sofyan. Selain di rumah Sofyan, pada hari yang sama KPK juga menggeledah empat lokasi lainnya yaitu rumah tersangka Eni Maulani Saragih dan 3 lokasi lain yaitu kantor, apartemen, serta rumah tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo.Dari 4 lokasi itu KPK menyita dokumen terkait proyek PLTU, dokumen keuangan, dan barang bukti elektronik.

Kronologi OTT Eni Saragih Hingga Rumah Dirut PLN Digeledah KPK

(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed