Perseteruan Kunker Komisi III, Setjen DPR Belum Terima Laporan

Perseteruan Kunker Komisi III, Setjen DPR Belum Terima Laporan

- detikNews
Kamis, 28 Jul 2005 15:42 WIB
Jakarta - Boro-boro uang kembalian sisa anggaran, laporan biaya kunjungan kerja (kunker) Komisi III ke Bali saja belum diterima Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR."Laporan kolektif dari sekretariat Komisi III belum kita terima," kata Wakil Sekjen DPR I Gusti Ayu Darsini di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (28/7/2005). Menurut Darsini, seharusnya laporan diterima setjen paling lambat 14 hari setelah kunker rampung. Sementara, 12 anggota Komisi III berangkat ke Bali pada 10-13 Juli 2005. Jadi, hari ini terhitung sudah lewat dari 14 hari."Sisa anggaran harusnya dikembalikan kepada setjen. Namun sampai saat ini, kami masih belum menerima uang kembalian," ujar Darsini.Darsini juga mengungkapkan hal baru. Seharusnya menurut jadwal, acara 'pelesiran' Komisi III ke Bali dimulai pada 18 Juli, bukan 10 Juli 2005. "Saya belum tahu kalau berangkat tanggal 10 Juli. Karena yang diminta tanggal 18 Juli. Kalau berangkat tanggal 10 Juli, dapat dari mana uangnya?" tanya Darsini heran.Untuk itu, Darsini akan memeriksa terlebih dahulu permasalahan ini ke bagian keuangan. Sebab dirinya hanya berwenang menandatangani soal persetujuan.Terkait anggaran kunker untuk 10 hari, padahal pelaksanaannya hanya empat hari, menurut Darsini, hal itu tergantung hasil rapat pleno Komisi III. Kewenangan setjen hanya pada prosesnya. "Kunker itu keputusan pleno dari komisi yang bersangkutan. Kami mengeluarkan anggaran berdasarkan permintaan dari komisi tersebut. Berapa lama mereka bertugas, itu yang harus dibayar," jelasnya.Kunker ke Bali menimbulkan keributan internal di Komisi III. Dua orang berseteru secara terbuka. Wakil Ketua Komisi III DPR Akil Mochtar mengancam akan mengajukan mosi terhadap anggota Komisi III Djoko Edhi Soetjipto Abdurrahman.Djoko akan dilengserkan dari Komisi III karena dianggap meresahkan. Pasalnya Djoko menduga ada penyimpangan penggunaan dana kunker ke Bali. Djoko bahkan minta penjelasan kepada sekjen, pimpinan DPR, dan menteri keuangan. Namun belum mendapat respons. Dugaan Djoko ditangkis Akil dengan menyatakan akan mengembalikan sisa uang kunker.Atas rencana pelengseran dirinya, Djoko balik menantang Akil dan menyebut Akil hanya omong besar. Djoko menyindir Akil agar jangan mengajaknya melakukan korupsi berjamaah. Djoko mengaku pernah meneken penerimaan uang kunker. Namun setelah menyadari ada dugaan korupsi, Djoko pun langsung membatalkannya. Bahkan Djoko tidak jadi ikut ke Bali meski sebenarnya masuk daftar rombongan. (ism/)


Berita Terkait