DetikNews
Selasa 17 Juli 2018, 05:31 WIB

Satire untuk Insiden Bendera Merah Putih Zohri di Finlandia

Haris Fadhil - detikNews
Satire untuk Insiden Bendera Merah Putih Zohri di Finlandia Lalu Muhammad Zohri (Foto: ist)
Jakarta - Insiden soal bendera Merah Putih saat kemenangan atlet Indonesia, Lalu Muhammad Zohri di ajang Kejuaraan Dunia Atletik U-20 kategori lari 100 meter di Tampere, Finlandia menjadi sorotan. Ucapan bernada satire pun ditujukan bagi ofisial yang mendampingi Zohri.

Kejadian soal bendera Merah Putih ini berawal dari postingan media massa dan persatuan atlet di Polandia. Seperti sport.onet.pl dengan judul 'Mistrzostwa świata juniorów w lekkoatletyce: sensacyjny mistrz paradował z polską flagą (Kejuaraan Dunia Junior di Atletik: Juara Sensasional diarak dengan bendera Polandia)'.


Tonton juga video: 'Ucapan Selamat dari Gaza untuk Zohri'

[Gambas:Video 20detik]


Dalam berita tersebut ditulis bahwa orang Polandia meminjamkan Zohri bendera mereka, yang berwarna Putih Merah, untuk parade seusai finis. Menurut laporan media tersebut, bendera berwarna Putih Merah itu cukup dibalik agar terlihat seperti bendera Indonesia.

Laman media PolandiaLaman media Polandia Foto: Screenshot Situs Onet Sport

Begitupun dengan akun Twitter resmi Asosiasi Atletik Polandia (@PZLANews) mencuit soal bendera Polandia yang digunakan Zohri. Mereka juga menyatakan bahwa bendera itu adalah bendera Polandia. Zohri sendiri memang terlihat membawa bendera Merah Putih usai finis. Bendera itu terlihat menutupi bagian belakang tubuh, seolah menjadi sayap berwarna merah putih bagi Zohri.




Menanggapi kontroversi soal bendera Merah Putih itu, anggota Komisi X DPR dari Fraksi Hanura, Dadang Rusdiana memuji Zohri. Dia menyebut Zohri menggunakan bendera Polandia yang dibalik dan mengatakan tindakan itu sebagai bentuk kebanggaan Zohri pada bangsa Indonesia.

"Yang penting bahwa sebagai bangsa kita harus bangga pada Zohri. Kreativitas Zohri menggunakan bendera Polandia yang dibalik itu juga patut kita banggakan. Apa pun yang terjadi, Merah Putih harus dijadikan simbol kebanggaan berbangsa," ujar Dadang kepada detikcom, Senin (16/7/2018).

Menurutnya, Zohri menunjukkan kreativitas. Dadang menilai Zohri saat itu tak menunggu bendera Indonesia diberikan oleh ofisial yang mendampinginya.

"Dalam situasi darurat di luar dugaan, tak ada rotan akar pun jadi," kata Dadang.


Pujian pada Zohri itu seolah menyindir ofisial tim. Dadang mengatakan ofisial tim Indonesia kemungkinan tak menyangka kalau Zohri bakal menjadi juara. Meski begitu dia memilih berbaik sangka dan berharap kontroversi soal bendera Polandia ini menjadi pelajaran ke depannya.

"Saya husnuzan saja bahwa ofisial mungkin tidak menyangka bahwa Zohri akan tampil sebagai juara dan meraih medali emas di lari 100 meter itu. Ini kan kejutan, sesuatu yang sangat luar biasa, di luar dugaan siapa pun," kata Dadang.

"Ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak bila atlet Indonesia sebagai delegasi bangsa sedang bertarung mempertaruhkan kehormatan bangsa," sambungnya.

Soal insiden ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi telah memberi jawaban lewat posting-an di Instagram. Dia mengunggah foto penjelasan dari pihak Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) terkait insiden bendera yang jadi sorotan.

PASI menjelaskan tim ofisial Indonesia telah membawa bendera Merah Putih dari Jakarta. Namun lambatnya bendera Merah Putih yang diterima Zohri disebabkan posisi duduk tim ofisial dengan Zohri cukup jauh dari lintasan.

Satire untuk Insiden Bendera Merah Putih Zohri di Finlandia

(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed