DetikNews
Senin 16 Juli 2018, 23:03 WIB

Polisi Bantah Pungli di Dramaga, Pengunggah Video Viral Minta Maaf

Mochamad Zhacky - detikNews
Polisi Bantah Pungli di Dramaga, Pengunggah Video Viral Minta Maaf Ilustrasi pungli (Basith Subastian/detikcom)
Jakarta - Pandu Pratama (29) meminta maaf karena telah mengunggah video dugaan pungutan liar (pungli) oknum polisi di kawasan Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui video yang direkam saat Pandu berada di Mapolres Bogor.

Dalam video tersebut, Pandu menjelaskan kronologi yang sebenarnya. Awalnya, Pandu menerima telepon yang memberi tahu adiknya diberhentikan Ipda Lukito di kawasan Dramaga.

"Pada saat itu, adik saya diberhentikan oleh Ipda Lukito karena tidak membawa surat-surat. Lalu saya ditelepon dan membawa surat-surat ke Ipda Lukito," kata Pandu dalam video yang diterima detikcom dari Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama, Senin (16/7/2018).

Pandu mengaku tak terima atas keputusan Ipda Lukito menilang adiknya. Dia kemudian merekam peristiwa tersebut.

"Pada saat itu saya keberatan terhadap penilangan yang dilakukan oleh Ipda Lukito sehingga refleks membuat video tersebut. Pada saat itu Ipda Lukito menjelaskan hukuman jumlah denda tilang," terang Pandu.

Pandu memastikan Ipda Lukito tidak melakukan pungli. Dia juga mengimbau publik berhenti menyebarkan dan menghapus video dugaan pungli Ipda Lukito.

"Dan saat itu tidak ada sama sekali yang bersangkutan (Ipda Lukito) meminta uang dan pungli. Maka dari itu, saya meminta maaf kepada Polri dan Pak Lukito atas kegaduhan yang telah terjadi. Dan saya mengimbau agar masyarakat menghentikan dan menghapus pengiriman dan upload video tersebut karena akan dikenakan UU hukum ITE," papar Pandu.

Video dugaan pungli oknum polisi di kawasan Dramaga, Bogor, memang viral di media sosial. Dalam video itu terlihat seorang pria sedang meminta penjelasan kepada seorang polisi yang menilang salah satu pengendara.

Menurut si pria, polisi tersebut memberikan tarif Rp 80 ribu untuk setiap pasal yang dilanggar. Pria tersebut meminta penjelasan dari si polisi.

"Per pasal Rp 80 ribu? Mendingan kita ditilang saja, Pak. Tapi saya mau lihat masalahnya," ujar pria dalam video.

Polisi tersebut kemudian menjelaskan kepada si pria mengenai denda pelanggaran lalu lintas. Namun si pria meminta polisi menunjukkan aturan yang menyebut tarif pelanggaran tiap pasal Rp 80 ribu.

"Nggak, yang saya mau cari yang Rp 80 ribu per pasal, yang mana?" tutur pria tersebut.

Polisi tersebut kemudian meminta si pria tidak merekam. Akhirnya si polisi menilang, tapi si pria tetap mendesak polisi tersebut menunjukkan aturan denda per pasal Rp 80 ribu.

"Ini saya bukan kebijakan. Kamu nggak usah rekam-rekam saya. Cari penyakit kamu. Ya sudah, tilang saja," ucap polisi.

"Oh nggak apa-apa, saya cari penyakit nggak apa-apa, nggak ada masalah. Oh, ya sudah, tilang saja. Pokoknya tadi Bapak minta per pasal Rp 80 ribu. Ini saya rekam dari tadi. Dan tadi Bapak bilang bisa nunjukin per pasal Rp 80 ribu, tapi ternyata per pasal nggak ada yang Rp 80 ribu. Bapak minta Rp 80 per pasal, itu pungli lo, Pak," tegas pria tersebut.

Video tersebut lalu di-upload oleh akun Facebook bernama Ka Pink pada 14 Juli 2018. Hingga kemudian diketahui pria yang berada dalam video adalah Pandu, sedangkan si polisi Ipda Lukito.

Saat ini polisi sedang menyelidiki adakah tindak pidana dari viralnya video tersebut. Pandu sendiri berstatus sebagai saksi.
(zak/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed