Rutan Polda Penuh, 4 WN Australia Dipindah ke LP Kerobokan

Rutan Polda Penuh, 4 WN Australia Dipindah ke LP Kerobokan

- detikNews
Kamis, 28 Jul 2005 15:20 WIB
Denpasar - Rutan Tahanan (Rutan) Polda Bali kian sesak dengan tersangka narkoba. Tak mampu menampung para tersangka, Polda Bali menitipkan empat tersangka narkoba asal Australia ke Lapas Kerobokan, Denpasar, Kamis (28/07/2005). "Ada pertimbangan tertentu dari penyidik untuk memindahkan mereka ke Lapas, salah satunya adalah kondisi tahanan Polda Bali yang tidak mampu lagi menampung jumlah tahanan yang terus bertambah. Jadi sebagian tahanan digeser ke Lapas," kata Kepala Bidang Humas AS Reniban kepada detikcom di kantornya, Jl. WR Suparatman, Denpasar. Empat tersangka narkoba tersebut adalah Lawrence Renae (27), Martin Stephen (29), Scott Rush (19), Michael Czugaj (18). Mereka ditangkap di Bandara Ngurah Rai saat hendak membawa 11,25 kg heroin ke Australia pada bulan April 2005. Untuk mengelabui petugas, heroin tersebut diikatkan pada badan dan pahanya dan ditutupi dengan cara menggunakan baju yang longgar dan besar. Polisi juga berhasil menangkap kelima rekannya, yaitu Andrew Chan yang sudah berada di dalam pesawat dan empat rekannya di hotel Melasti, Kuta. Keempat tersangka itu dipindahkan ke Lapas Kerobokan dengan menggunakan satu mobil tahanan Kejaksaan Tinggi Bali. Mereka tidak menggunakan baju tahanan Polda Bali tapi menggunakan baju kaos dan celana pendek. Saat digelandang ke dalam lapas mereka menebar senyum kepada para wartawan. Namun mereka tidak berkomentar terhadap cercaan pertanyaan wartawan. Salah satu tersangka, Renae yang sempat mencoba bunuh diri dua kali mendapat titipan yang sangat beragam dari orang tuanya. Seperti, buku mewarnai lengkap dengan crayon, sepatu, empat bungkus rokok, foto-foto anjingnya di Australia, ibu dan kerabatnya. "Dia masih tampak nervous," kata pengacaranya, Anggia Murni Browne di Lapas Kerobokan. Reniban mengatakan pertimbangan lain untuk menitipkan keempat tersangka itu adalah karena berkas penyidikan yang dilakukan oleh polisi akan rampung. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini