DetikNews
Senin 16 Juli 2018, 18:33 WIB

Anggota DPR Puji Zohri: Dia Balik Bendera Polandia demi Merah Putih

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Anggota DPR Puji Zohri: Dia Balik Bendera Polandia demi Merah Putih Lalu Muhammad Zohri membawa bendera. (Foto: ist)
Jakarta - Bendera yang dibawa Lalu Muhammad Zohri masih menjadi kontroversi. Anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura menilai kreativitas sprinter dalam momen darurat itu justru patut diapresiasi.

"Yang penting bahwa sebagai bangsa kita harus bangga pada Zohri. Kreativitas Zohri menggunakan bendera Polandia yang dibalik itu juga patut kita banggakan. Apa pun yang terjadi, Merah Putih harus dijadikan simbol kebanggaan berbangsa," kata anggota Komisi X DPR dari Fraksi Hanura, Dadang Rusdiana, kepada detikcom, Senin (16/7/2018).


Setelah menjadi yang pertama melewati garis finis dalam Kejuaraan Dunia Atletik U-20, Zohri perlu segera mendapatkan bendera Merah Putih. Zohri ternyata tidak pasif menunggu, melainkan aktif berimprovisasi dengan keadaan. Menurut Dadang, karena yang tersedia di dekat Zohri adalah bendera Polandia berwarna putih-merah, Zohri pun memanfaatkan bendera itu sebagai Sang Saka Merah Putih, tinggal dibalik saja.

"Dalam situasi darurat di luar dugaan, tak ada rotan akar pun jadi," kata Dadang.

Dadang memilih berbaik sangka, tim ofisial yang menyertai Zohri tak menyangka bahwa Zohri bisa tampil sebagai juara di antara para sprinter 100 meter itu. Karena tak ada satu ofisial pun yang menduga, persiapan untuk perayaan kemenangan Zohri juga tidak diantisipasi dengan baik.


"Saya husnuzan saja bahwa ofisial mungkin tidak menyangka bahwa Zohri akan tampil sebagai juara dan meraih medali emas di lari 100 meter itu. Ini kan kejutan, sesuatu yang sangat luar biasa, di luar dugaan siapa pun," kata Dadang.

Dia menyarankan semua pihak memetik pelajaran dari peristiwa ini. Ke depan, semua ofisial atlet perlu menyiapkan segala sesuatu dengan lebih matang. Soalnya, para atlet bertarung mempertaruhkan kehormatan bangsa Indonesia. Beruntung, Zohri adalah pemuda kreatif yang bisa mengambil keputusan di saat genting.

"Ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak bila atlet Indonesia sebagai delegasi bangsa sedang bertarung mempertaruhkan kehormatan bangsa," kata Dadang.

Zohri memenangi lomba lari cepat 100 meter di Finlandia pada Rabu (11/7). Media massa Polandia menyoroti Lalu yang kebingungan mencari bendera Merah Putih setelah memenangi lomba itu.


Posting-an berita media massa Polandia itu terdapat di sport.onet.pl dengan judul 'Mistrzostwa świata juniorów w lekkoatletyce: sensacyjny mistrz paradował z polską flagą' (Kejuaraan Dunia Junior di Atletik: Juara Sensasional Diarak dengan Bendera Polandia). Di dalam berita tersebut ditulis bahwa orang Polandia meminjamkan Zohri bendera mereka untuk parade seusai finis. Menurut laporan media tersebut, bendera berwarna putih-merah itu cukup dibalik agar terlihat seperti bendera Indonesia.

Akun Twitter resmi Asosiasi Atletik Polandia (@PZLANews) pun mencuit soal bendera Polandia yang digunakan Zohri. Mereka juga menyatakan bendera itu adalah bendera Polandia.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi telah menjawab isu mengenai insiden itu melalui posting-an di Instagram. Dia mengunggah foto penjelasan dari pihak Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) terkait insiden bendera yang jadi sorotan.

PASI menjelaskan tim ofisial Indonesia telah membawa bendera Merah Putih dari Jakarta. Namun lambatnya bendera Merah Putih yang diterima Zohri disebabkan posisi duduk tim ofisial dengan Zohri cukup jauh dari lintasan. Tim juga merekam video pertandingan sebagai bahan evaluasi Zohri, yang juga akan bertanding di Asian Games 2018.
(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed