DetikNews
Senin 16 Juli 2018, 11:45 WIB

Halau Beruang Madu Masuk Kampung, Warga Sumsel Pasang Perangkap

Raja Adil Siregar - detikNews
Halau Beruang Madu Masuk Kampung, Warga Sumsel Pasang Perangkap Ilustrasi Beruang Madu/Foto: Zunita Amalia Putri/detikcom
Palembang - Tiga ekor beruang madu masuk perkampungan dan membuat resah warga di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. BKSDA Sumsel bersama warga langsung pun turun tangan dan berencana memasang perangkap untuk evakuasi.

"Pagi ini anggota tiba di lokasi bersama tim dari polsek dan kecamatan. 3 ekor beruang madu itu terus dipantau," kata Kepala BKSDA Sumsel, Genman kepada detikcom, Senin (16/7/2018).

Dikatakan Genman, beruang madu induk dan anakan tersebut mulai masuk Desa Sumber Bahagia, Lubuk Batang sejak 3 hari terakhir. Bahkan masuknya beruang membuat warga resah dan ketakutan.

"Posisi beruang madu itu keluar masuk, kemarin digiring ke hutan dengan jarak 250 meter. Tetapi kabarnya balik lagi ke perkampungan," kata Genman.

Menurut Genman, beruang itu masuk ke perkampungan karena mencari makan. Mengingat sekarang sudah memasuki musim kemarau, sehingga sulit mencari makanan di hutan.

Terpisah, Kepala Unit Seksi III BKSDA Sumsel, Herman mengatakan saat ini pihaknya telah memasang perangkap. Ketiga ekor beruang madu rencananya akan ditangkap dan dikembalikan ke habitat aslinya.

"Kami sudah di lokasi, rencananya mau langsung pasang perangkap agar dapat dievakuasi. Menurut informasi, beruang mulai masuk sejak 3 hari terakhir dan mulai mendekat ke rumah warga," kata Herman.



Selain di wilayah Ogan Komering Ulu, dia mengaku peristiwa serupa juga terjadi di Ogan Komering Ulu Selatan. Namun di daerah tersebut beruang sudah kembali ke hutan.

"Kemarin di OKU Selatan juga ada 2 ekor beruang madu masuk ke perkampungan, tapi disana udah kembali ke habitat asli," kata Herman.



Untuk diketahui, beruang madu masuk ke perkampungan warga sejak Jumat (13/7/2018). Beruang madu itu masuk diduga karena kehabisan makanan dan akibat hutan yang menyempit. Meskipun membuat warga resah, BKSDA menghimbau warga agar tidak bertindak berlebihan. Apalagi sampai membunuh satwa liar dilindungi tersebut.
(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed