Jadi Tersangka, Bupati Terpilih Sukoharjo Tetap Akan Dilantik

Jadi Tersangka, Bupati Terpilih Sukoharjo Tetap Akan Dilantik

- detikNews
Kamis, 28 Jul 2005 14:24 WIB
Solo - Penetapan status tersangka terhadap bupati terpilih Sukoharjo Bambang Riyanto, tidak akan berpengaruh terhadap pelantikannya. Dia akan tetap dilantik sebagai bupati, sedangkan kasus money politics dalam Pilkada yang disangkakan kepadanya tetap akan diproses sesuai aturan yang berlaku.Seperti diketahui, Pilkada di Sukoharjo berujung pada sejumlah kasus hukum. Salah satu pasangan yang kalah Bambang Margono - Pardjoko menggugat KPUD setempat dalam kasus jumlah pemilih di di beberapa TPS melebihi jumlah yang ada dalam daftar pemilih tetap (DPT).Vonis Pengadilan Tinggi Jateng atas kasus ini adalah menolak materi gugatan.Persoalan lain adalah laporan adanya money politics yang dilakukan Bambang Riyanto, calon bupati dari PDIP yang akhirnya menang dalam Pilkada. Saat ini Polres Sukoharjo telah menetapkan Bambang Riyanto menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Namun demikian, Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto mengatakan bahwa persoalan hukum tersebut tidak akan mempengaruhi proses politik yang terjadi. Pasangan Bambang Riyanto-M Toha tetap akan dilantik sebagai bupati-wakil bupati Sukoharjo terpilih sesuai mekanisme yang ada."Kita tetap mengikuti mekanisme yang berlaku sesuai tahapan-tahapan yang dilakukan oleh KPUD dan DPRD setempat. Pelantikan adalah masalah administrasi yang sama sekali jangan dikaitkan dengan persoalan hukum," ujarnya usai melantik Joko Widodo dan Hadi Rudyatmo selaku walikota dan wakil walikota Solo periode 2005-2010 di Pendopo Balaikota Solo, Kamis(28/7/2005). Mardiyanto mengatakan, pihaknya selaku Gubernur hanya akan menjalankan tugas-tugasnya atas nama pemerintah dalam hal pelantikan kepala daerah. Dia juga berharap semua persoalan hukum yang menyertai proses Pilkada dapat diselesaikan sesuai proporsinya tanpa mencampuradukkan persoalan yang terjadi."Saya tidak berkapasitas bicara dalam koridor hukum. Masalah itu diselesaikan silakan berjalan. Namun seharusnya proses hukum juga jangan sampai bermuatan politik. Sebab kalau menjadi politis akhirnya nanti juga akan dibawa-bawa ke persoalan Pilkada lagi. Persoalan di Sukoharjo hampir sama dengan persoalan yang terjadi di Temanggung itu," kata dia.Bambang Riyanto-M Toha yang sebelumnya adalah mantan bupati dan wakil bupati Sukoharjo oleh KPUD setempat dinyatakan sebagai pemenang dalam Pilkada Sukoharjo. Pasangan dari PDIP ini mengalahkan tiga pasang calon lainnya. Perolehan suara antara pasangan Bambang Riyanto-M Toha dengan posisi kedua yaitu pasagan Bambang Margono-Pardjoko hanya selisih 811 suara. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini